alexametrics

Dianggap Lindungi LGBT, Ratusan Massa di Medan Tolak RUU PKS

14 Februari 2019, 14:06:30 WIB

JawaPos.com- Pekikan takbir menggema di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis siang (14/2). Ratusan massa dari kelompok Aksi Mahasiswa Muslim Bersama Umat (AMMBU) menggelar unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS).

Massa terus memekikkan takbir di sela-sela orasinya. Mereka juga membawa bendera tauhid dan poster berisi penolakan.

Menurut mereka, RUU PKS hanya akan membuat pasal karet. Muatan RUU PKS juga dianggap terlalu feminis dan liberal.

“Jadi kami menuntut untuk dibatalkan. Menyelamatkan moral generasi muda, milenial kita ini,” tegas Koordinator aksi M. Rosyadi Izzuddin.

Dia melanjutkan, definisi kekerasan dalam RUU itu sangat manipulatif. Sebab tidak ada batasan dan terkesan melegalkan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

“Misalnya, yang dimaksud kekerasan seksual itu adalah mengintimidasi hasrat seksual seseorang. Hasrat seksual yang mana ini? Kalau laki laki dengan perempuan itu normal. Tapi kalau misalnya hasrat laki-laki dengan laki-laki, kalau ini disahkan juga maka dikhawatirkan akan menjadi pasal karet. Bisa jadi legalitas bagi kaum LGBT untuk menyuarakan hak mereka, karena dilindungi undang-undang,” tukasnya.

RUU PKS juga dinilai akan mengarah pada liberalisme seksual. Seperti di Pasal 6 Bab Pencegahan ayat 1 huruf yang isinya memasukkan bahan ajar dalam kurikulum, nonkurikulum atau ekstrakurikuler pendidikan dini sampai perguruan tinggi.

“Dari pasal itu ada dua hal yang paling bahaya. Pertama tentang metode ajar yang dikhawatirkan memberi panduan anak-anak untuk berperilaku seks bebas. Kedua, dengan adanya pendidikan seks bernuansa liberal semakin menambah deretan angka kejahatan seksual,” ungkapnya.

“Kami juga mendesak DPRD Sumut untuk mengambil langkah konkret  agar RUU PKS tidak disahkan menjadi UU. Sekaligus sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya RUU PKS bila disahkan,” ungkap Rosyadi.

Mereka berharap para wakil rakyat di Sumut bisa mendesak untuk menolak RUU PKS. Aksi ditanggapi oleh anggota Komisi A DPRD Sumut Ramses Simbolon. Ramses mengatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi massa ke pusat . Termasuk menyampaikan ke 30 perwakilan DPR RI dari Sumut.

“Kami akan sampaikan. Mari kita saling mengawal karena ini negara demokrasi,” ungkapnya kepada ratusan massa.

Polemik soal RUU PKS ini tidak hanya terjadi di Sumut. Di kancah nasional, RUU ini masih hagat diperbincangkan. Ada yang menolak, dan tak sedikit juga yang mendukung.

Editor : Dida Tenola

Reporter : prayugo utomo



Close Ads
Dianggap Lindungi LGBT, Ratusan Massa di Medan Tolak RUU PKS