alexametrics

Bejat! Ketua Paguyuban Kuda Lumping Diduga Cabuli Anak Didiknya

Korban Dicium, Diraba, dan Disuruh Oral
14 Februari 2019, 21:11:48 WIB

JawaPos.com – Aksi tak senonoh dilakukan H, yang tak lain merupakan ketua Paguyuban Kesenian Kuda Lumping, Desa Tambun Raya, Kecamatan Basarang, Kapuas, Kalimantan Tengah. Pria paruh baya itu diduga mencabuli dua anak didiknya.

H kini resmi ditahan oleh Polres Basarang untuk pertanggung jawabkan perbuatannya. Kapolsek Basarang Iptu Supriadi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, terbukti H telah mencabuli dua anak didiknya yang berusia remaja, berkali-kali. H melakukannya sejak 2017. Namun, kasusnya baru dilaporkan oleh korban pada Senin (11/2).

“Setelah ada laporan dari orang tua korban berinisial I dan S, maka H diamankan dari kediamannya tanpa perlawanan” ucap Iptu Supriadi, dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Kamis (14/2).

Supriadi mengakui, awalnya ada tiga orang melapor, inisial I, 16, S, 16, dan A, 16. Namun, hanya dua laporan korban yang memenuhi unsur.

Modus H kepada korban dijanjikan akan memiliki suara yang bagus dan saweran yang banyak saat tampil pentas kuda lumping. “Korban S ini dicabuli di belakang rumah pelaku, mulai dari dicium, diraba, dan disuruh melakukan oral,” beber Supriadi.

Sedangkan terhadap korban I, modusnya sama. Lokasi pun sama. Pelaku mencium dan meraba korban.

Kemudian korban disuruh duduk serta diminta oral. Namun korban menolak. Akhirnya pelaku tidak berhasil menjalankan aksinya.

“Sementara A, masih sebagai saksi. Karena saat itu, korban disuruh untuk membuka baju, namun korban tidak mau dan langsung kabur,” lanjutnya.

Terungkapnya kasus ini, karena kelakuan I dan A berubah. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Akhirnya dicurigai orang tuanya masing-masing. Setelah didesak orang tua mereka, barulah keduanya mengakui bahwa mereka dicabuli pelaku saat mengikuti seni tari kuda lumping.

Atas pengakuan itu, keluarga korban pun melaporkan kepada pihak kepolisian. Supriadi menegaskan, pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua tentang Undang-undang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku H yang sudah diamankan masih belum mengakui adanya perbuatan tersebut. Pelaku bersikukuh tidak pernah mencabuli korban

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Jpg



Close Ads
Bejat! Ketua Paguyuban Kuda Lumping Diduga Cabuli Anak Didiknya