JawaPos Radar

Tidak Kebagian Durian, Pengunjung Kecewa

14/02/2018, 15:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Festival Buah Durian
DURIAN GRATIS: Sejumlah pengunjung terlihat tengah menikmati durian gratis saat Festival Durian di lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jateng, Rabu (14/2). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ratusan pengunjung festival durian yang digelar di lapangan Desa Randulanang, kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah (Jateng) harus pulang dengan rasa kecewa. Pasalnya, mereka sudah jauh-jauh datang ke festival tetapi tidak mendapatkan durian yang disediakan oleh panitia. Padahal, jumlah durian yang disediakan oleh panitia mencapai 1.000 buah. 

Kekecewaan ini jelas terlihat di wajah Afiv, 25. Perempuan asal Jepara itu rela jauh-jauh datang ke Jatinom hanya untuk bisa menikmati durian. Tetapi, belum sempat tiba di lapangan, ternyata durian sudah lebih dulu habis karena warga saling berebut untuk mendapatkannya.

"Tahunya dari sosial media (sosmed) kalau di Desa Randulanang ini ada festival durian, jadi ingin mencicipi durian gratis beramai-ramai. Tapi malah tidak kebagian," katanya dengan nada kecewa.

Untuk mengobati rasa kecewanya, perempuan berkerudung itu akhirnya membeli durian yang dijajakan di sekitar lapangan.

Kekecewaan juga dirasakan oleh Bambang Tribowo, 61. Bambang yang datang langsung dari Weleri, Kendal itu rela menempuh perjalanan ratusan kilo hanya untuk menghadiri festival durian. "Sebenarnya kalau beli durian itu bisa saja, tapi kan di festival ini beda. Dan pas datang malah duriannya sudah ludes," katanya. 

Bambang yang datang bersama istrinya, Sri Watiningsih, 54, itu juga sempat mempertanyakan kepada panitia terkait jumlah durian yang disediakan. Tetapi, pihak panitia pun tidak bisa berbuat banyak mengingat jumlah pengunjung jauh melebihi dari yang diperkirakan.

"Ya pinginnya bisa menikmati, tetapi ya sudah karena memang sudah habis," kata Bambang. 

Sementara itu, Kepala Desa Randulanang yang juga panitia Festival Durian, Sumarno mengakui bahwa jumlah durian yang disediakan tidak mencukupi.

"Ini baru yang pertama kali diadakan, mungkin bisa menjadi bahan evaluasi ke depannya," ucap Sumarno.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up