JawaPos Radar

Festival Durian Ricuh, Sejumlah Warga Terluka

14/02/2018, 14:38 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Festival Buah Durian
Sejumlah warga tengah berebur buah durian dalam Festival Buah Durian di Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (14/2). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Festival yang digelar di lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (14/2) berlangsung ricuh.

Bahkan sejumlah warga terluka karena rebutan durian yang disediakan oleh panitia. Banyaknya pengunjung yang datang membuat petugas keamanan yang disiapkan oleh panitia tidak mampu menghalau pengunjung yang sudah mulai memadati lapangan sejak pagi. 

Festival yang dijadwalkan digelar pukul 08.00 WIB harus molor beberapa jam. Ada 1.000 buah durian yang disiapkan oleh panitia. Durian-durian tersebut ditempatkan di stan-stan yang sudah disiapkan. Sebelum festival dimulai diadakan berbagai acara. Mulai dari doa, sajian tarian dan sambutan. Dan sekitar pukul 09.30 WIB panitia secara resmi membuka festival yang baru kali pertama diadakan. 

Tanpa waktu lama, suasana di setiap stan berubah. Warga yang sudah mengerumuni setiap stan langsung saling berebut untuk mendapatkan durian yang disediakan oleh panitia. Padahal, awalnya festival durian ini adalah makan bersama durian yang sebelumnya sudah dikupas oleh petugas. Tetapi, karena banyaknya pengunjung, mereka langsung berebut untuk mendapatkan durian.

Dan kejadian ini pun tidak pelak membuat sejumlah warga terluka. Bahkan tangan warga sampai berdarah-darah hanya ingin mendapatkan durian gratis. Tetapi, kondisi ini tidak membuat rebutan durian gratis berhenti. Bahkan warga semakin ramai memperebutkan durian.

Tidak butuh waktu lama, 1.000 durian yang disediakan panitia ludes tidak sampai satu jam. "Jumlah yang datang itu melebihi dari yang kami perkirakan, dan kami tidak mampu untuk mengantisipasinya," terang Kepala Desa Randulanang sekaligus sebagai panitia, Sumarno kepada JawaPos.com, Rabu (14/2). 

Sumarno juga tidak mengira, bahwa festival yang baru kali pertama diadakan tersebut mendapatkan respons masyarakat yang begitu besar. Mereka yang datang tidak hanya dari wilayah Klaten saja, tetapi banyak juga yang dari luar eks Karesidenan Surakarta, seperti dari Jepara, Kendal, Yogyakarta, dan dari kota lainnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up