alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Warga Sumpahan Digegerkan dengan Penemuan Mayat

14 Januari 2019, 16:55:39 WIB
Warga Sumpahan Digegerkan dengan Penemuan Mayat
Jasad korban saat ditemukan sudah tak bernyawa (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Penemuan sesosok mayat di dalam rumah menggemparkan warga Dusun Sumpahan, Desa Kubang Utara Sikabu, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar). Diduga, korban telah meninggal dunia selama tiga hari sebelum ditemukan.

Dari informasi, penemuan mayat yang diketahui bernama Warlison, 60, terjadi Minggu (13/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan anaknya Yunaldi, 19, yang saat itu berkunjung ke rumah korban.

Saksi Yunaldi histeris saat menemukan ayahnya dalam keadaan tak bernyawa, langsung mengabarkan kejadian tersebut pada warga sekitar yang kemudian melaporkan pada petugas kepolisian.

Tak berselang lama, petugas dari jajaran Polres Sawahlunto turun ke lokasi. Petugas pun melakukan evakuasi jasad korban ke RSUD untuk keperluan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kapolres Sawahlunto, AKBP Zamroni Wibowo membenarkan informasi tersebut. Menurut keterangan istrinya Nuraini, 52, korban selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut sejak dua tahun terakhir. Korban pulang ke rumah istrinya di Desa Lunto Timur, Kecamatan Lembah Segar satu kali seminggu.

"Korban terakhir bertemu keluarganya pada Rabu (9/1) siang. Katanya (saksi), korban dalam keadaan sehat. Tapi kata istrinya, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi," kata Kapolres Sawahlunto AKBP Zamroni Wibowo membenarkan pada wartawan, Senin (14/1).

Setelah pulang ke kediamannya Dusun Sumpahan, Desa Kubang Utara Sikabu, Kecamatan Lembah Segar pada hari Rabu tersebut, keluarga tidak lagi mendengar kabar tentang korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Diperkirakan korban sudah meninggal sejak tiga hari sebelum ditemukan," katanya.

AKBP Zamroni Wibowo mengatakan, dari hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Jenazah sudah kami serahkan. Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi," terangnya.

Editor           : Budi Warsito
Reporter      : Riki Chandra

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini