alexametrics

Polemik Harga Tiket Pesawat! Sudah Turun, Tetapi Masih Tetap Mahal

14 Januari 2019, 16:41:13 WIB

JawaPos.com – Maskapai penerbangan sepakat menurunkan harga tiket. Sayang, masih tetap dinilai mahal. Lewat perwakilan Indonesia National Air Carrier Association (INACA), maskapai mengumumkan penurunan tarif. Hanya saja, jika memesan tiket untuk penggunaan waktu dekat, harga yang berlaku masih mendekati tarif batas atas.

Pantauan FAJAR (Jawa Pos Group) di situs pembelian tiket pesawat traveloka.com, Minggu, 13 Januari, pukul 22.00 Wita, misalnya, untuk keberangkatan Selasa, 15 Januari, Lion Air Rp 1,555 juta, Batik Air Rp 1,819 juta, Sriwijaya Rp 2,039 juta, Citilink Rp 1,7 juta, dan Garuda Rp 2,428 juta.

Jika merujuk data dari Citilink, harga batas atas untuk rute Makassar-Jakarta untuk sekali jalan, kisarannya Rp 2 juta. Sementara untuk batas bawah untuk rute yang sama, berkisar Rp 600-an ribu.

Polemik Harga Tiket Pesawat!  Sudah Turun, Tetapi Masih Tetap Mahal
Ilustrasi sejumlah maskapai penerbangan di Bandara (DOK.JAWAPOS.COM)

Sementara merujuk data dari Garuda Indonesia, harga batas atas untuk rute Makassar-Jakarta untuk sekali jalan, kisarannya Rp 2,4 juta. Untuk batas bawah untuk rute yang sama, kisaran Rp 1,6 juta.

Berdasarkan dua data tersebut, pemesanan tiket rute Makassar-Jakarta dalam rentang waktu tanggal 14-15 Januari, masih menerapkan harga batas atas.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel Yusran IB Hernald, menilai, meskipun maskapai telah mengklaim harga tiket turun, pihaknya menganggap itu belum terasa. “Teman-teman yang sedang perjalanan bisnis bilang belum terasa kayak sebelum musim liburan. Yang Low Cost Carrier (LCC) saja masih pasang tarif di atas Rp 1 jutaan,” terangnya seperti dikutip Fajar (Jawa Pos Group), Senin (14/1).

Para pengusaha sebetulnya tidak meminta itu murah. Namun, harga yang disajikan itu masuk akal seperti sebelum masuk musim liburan.  “Biasanya kan sekitar Rp 700-an ribu atau Rp 800-an ribu. Bengkak juga bujet kalau jutaan terus harga tiket,” katanya.

Bagi pengusaha yang bisnisnya besar, tidak jadi persoalan. Namun, yang masih pada skala bisnis menengah, untuk melakukan ekspansi bisnis seperti memperluas orderan dan ingin ketemu orang di luar kota, pasti terasa sekali.

“Kami paham kalau ada tarif batas yang dijalankan oleh maskapai. Tetapi yang rasional juga. Dulu tidak seperti ini,” keluhnya.

Perhatikan Makassar

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sulsel, Didi L Manaba, mengutarakan, pihaknya pun belum merasakan perubahan berarti dari penurunan harga tiket maskapai. Khususnya untuk rute yang berkaitan dengan Kota Makassar. “Sejauh ini memang belum kami perhatikan. Kami dengar-dengar juga bakal bertahap,” imbuhnya.

Tak terasanya penurunan harga tiket pesawat, lanjutnya, karena sajian harga yang sekarang masih di atas Rp 1 jutaan. Meskipun menggunakan maskapai LCC.

“Normal itu kalau sudah di bawah Rp1 jutaan khususnya LCC. Seperti yang terjadi saat sebelum momentum peak season pada Desember kemarin,” terangnya.

Fenomena kenaikan tersebut dinilainya cukup tidak wajar. Sebab, biasanya setelah Desember dan masuk Januari, kembali murah. Namun, rupanya bertahan terus.

“Kami tentu inginnya rute yang berkaitan dengan Makassar juga segera diturunkan harganya. Supaya kita bisa segera jualan paket. Lebih cepat turun, sektor pariwisata bisa ikut bergerak juga. Karena saya yakin banyak orang menahan diri untuk bepergian sekarang,” nilainya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : JPG

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Polemik Harga Tiket Pesawat!  Sudah Turun, Tetapi Masih Tetap Mahal