alexametrics

PLTA Batangtoru Disebut Merusak Ekosistem Orangutan Tapanuli

14 Januari 2019, 20:23:58 WIB

JawaPos.com – Penggugat izin lingkungan PLTA Batangtoru menghadirkan Ahli Primata Internasional, Prof Serge Wich dalam persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Medan, Senin (14/1). Dalam persidangan tersebut, terungkap fakta jika pembangunan PLTA sangat membahayakan habitat Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis).

Ahli asal Universitas John Moores, Liverpool, Inggris itu dihadirkan sebagai saksi ahli yang berkecimpung dalam penelitian tentang Orangutan. Tak hanya itu saja, ia juga disebut terlibat dalam proses identifikasi Orangutan Tapanuli.

Dia menjelaskan, lokasi proyek PLTA akan memisahkan beberapa ekosistem Orangutan Tapanuli. Karena secara penelitian, satwa yang jumlahnya hanya tinggal 800-an ekor itu ada di tiga ekosistem.

“Orangutan dari Blok Timur ke Blok Barat dan juga Blok Sibual-buali akan terputus,” katanya dalam persidangan, Senin (14/1).

Serge menjelaskan, Orangutan tersebar dalam jumlah yang bervariasi di ekosistem itu. Jika harus terpisah, proses perkembangan jumlah Orangutan akan terganggu.

Secara khusus dia menyoroti, proyek pembangunan PLTA Batangtoru di Blok Barat merupakan blok dengan jumlah populasi Orangutan terbesar. Karena itulah, keberadaan Orangutan Tapanuli pada blok tersebut akan semakin terdesak dengan pembangunan proyek pembangkit listrik tersebut.

“Masing-masing blok harus terkoneksi, karena wilayah masing-masing yang sangat sempit,” ujarnya.

Sebenarnya, ungkap Serge, kebijakan pemerintah Indonesia untuk memberikan proteksi terhadap Orangutan sudah sangat baik. Namun menurutnya, aturan tersebut harus dipertegas lagi termasuk dengan ketegasan dalam bidang konservasi hutan.

“Memang membunuh Orangutan sudah dilarang. Tapi merusak habitatnya dan melakukan proyek yang berpotensi merusak habitatnya masih kurang tegas. Harusnya proyek itu dipindahkan ketempat lain,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : prayugo utomo



Close Ads
PLTA Batangtoru Disebut Merusak Ekosistem Orangutan Tapanuli