alexametrics

Petani Demak Minta Maaf Gara-gara Aksi Buang Cabai di Jalan

14 Januari 2019, 05:45:16 WIB

JawaPos.com – Petani cabai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, meminta maaf atas aksi membuang cabai di jalan yang digelar beberapa hari lalu. Mereka juga menarik pernyataan yang menyebutkan adanya impor cabai, padahal sejak 2016 tak pernah ada impor cabai segar.

“Kami mohon maaf kepada pemerintah dan seluruh umat atas insiden kejadian kemarin, saat di antara kami khilaf membuang cabai di jalan. Sungguh kejadian tersebut karena spontanitas, dan kami menyadari perbuatan tersebut tidak etis dan justru membuat kami menjadi malu,” demikian disampaikan Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sugiyono yang mewakili petani cabai Desa Jerukgulung, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak.

Sugiyono menyampaikan hal tersebut secara resmi melalui Pernyataan Petani Cabai Kabupaten Demak, Minggu (13/1).

“Kami memohon maaf juga, meralat dan koreksi, kemarin ada pernyataan ada impor, padahal sebenarnya sejak 2016 sampai sekarang tidak ada impor cabai segar,” sambung dia.

Padahal, tegas Sugiyono, perhatian dan bantuan pemerintah pusat melalui Kementan untuk petani cabai biasa dilakukan. Terlebih, Menteri Pertanian Andi Amran begitu sigap membantu menyelesaikan masalah di lapangan dengan tuntas dan sangat cepat.

Sugiyono mengaku, Menteri Amran telah memberikan bantuan sesuai usulan dan permohonan dari petani. Berbagai bantuan dan fasilitas kemitraan, juga jaminan pasar.

“Sesuai usulan dan permohonan kami, malam ini kami sudah difasilitasi kemitraan pemasaran dengan TTI (Toko Tani Indonesia, Red) dan PT Indofood CBP, juga diserap untuk industri sambal sehingga akan meningkatkan pendapatan kami dan membantu stabilnya harga,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tambah Sugiyono, petani juga berterima kasih karena cabai merah keriting dari petani Desa Jerukgulung, Kecamatan Dempet, sudah dibeli dengan harga Rp 18 ribu per kilogram.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran, gubernur Jawa Tengah, dan bupati Demak. Sungguh di luar dugaan kami sebelumnya,” pintanya.

Oleh karena itu, Sugiyono atas nama petani cabai Demak berjanji tidak mengulangi aksi serupa dan akan lebih banyak melakukan diskusi dan dialog untuk mencari solusi. Selain itu, akan mengikuti anjuran manajemen tanam dari pemerintah, meningkatkan efisiensi biaya, serta meningkatkan kualitas hasil.

“Selain itu juga, kami sudah menandatangani MoU bermitra dengan TTI dan PT Indofood CBP, serta akan menjual melalui pasar lelang cabai sebagaimana telah dilakukan di daerah sentra lain seperti Sleman, Kulonprogo, Magelang, dan lainnya,” sebutnya.

Dengan cara itu, sambung Sugiono, petani bisa memperoleh harga tertinggi dari penawar yang ada, menerima uang secara tunai dan harga bisa sama standar dalam satu wilayah. Selanjutnya petani akan terus berkomitmen memajukan pangan dan pertanian sebagai ladang hidup.

“Sekali lagi kami mengaku sangat malu dan mohon maaf yang sebesar besarnya atas kejadian ini. Semoga ke depan menjadi lebih baik,” akunya.

“Untuk itu, kami meminta agar seluruh video dan berita tidak benar yang sudah beredar di media agar dihapus dan diralat,” pinta Sugiyono.

Diketahui, Sugiyono bersama petani cabai lainnya menggelar aksi buang puluhan kilogram cabai merah di Jalan Raya Demak-Purwodadi pada Jumat sore (11/1).

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : Yesika Dinta

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Petani Demak Minta Maaf Gara-gara Aksi Buang Cabai di Jalan