JawaPos Radar | Iklan Jitu

Mahasiswa UMM Sulap Kampung Jadi 'Sarang Dinosaurus'

14 Januari 2019, 16:40:40 WIB
Mahasiswa UMM Sulap Kampung Jadi 'Sarang Dinosaurus'
Mural bertema dinosaurus dan bunga matahari di Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Humas UMM for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tak ada habisnya. Setelah sukses menyulap Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), kini giliran Dusun Krajan Sae, Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu yang jadi sasaran. Dusun itu disulap menjadi Kampung Hijau yang nuansanya mirip sarang dinosaurus.

Aksi yang digawangi kelompok Praktikum Public Relations (PR) ‘Prospero’ Program Studi Ilmu Komunikasi UMM itu membuat ajang berlabel The Tempenosaurus Mural Art Competition. Kompetisi mural diikuti 28 peserta yang terbagi menjadi 10 kelompok. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Semarang, Surabaya, Mojokerto, Lamongan, Jombang dan Malang Raya.

Ketua kelompok Prospero Sherly Amalia Arif mengatakan, sebelum launching Kampung Hijau 24 Februari nanti, berbagai agenda digagas. Salah satunya kompetisi mural. Tema yang diangkat yakni seputar purbakala, dinosaurus, dan bunga matahari.

"Lomba mural merupakan bagian dari persiapan mempercantik wisata Kampung Hijau," katanya Senin (14/1).

Untuk para pemenang, panitia menentukan 3 peringkat juara. Juara Pertama dengan hadiah Rp 2 juta; juara 2 Rp 1,5 juta; dan juara 3 berhak meraih Rp 1 juta. Hadiah diberikan bersamaan dengan peluncuran Kampung Hijau.

Ketiga tema itu diangkat lantaran sesuai dengan identitas Kampung Hijau yang lokasinya berdekatan dengan Jawa Timur Park 3.

"Objek wisata ini memiliki wahana Dino Park dan bunga matahari warna kuning, sehingga kontras Kampung Hijau," bebernya.

Selain kompetisi mural, pihaknya juga menggelar pelatihan bagi warga Kampung Hijau untuk memproduksi tempe berbagai bentuk. Tujuan keberadaan Kampung Hijau juga untuk meningkatkan perekonomian warga Desa Beji.

"Selain kompetisi mural dan pelatihan membuat tempe, ada pembekalan pengetahuan untuk menyambut tamu sebagai persiapan menjadi kampung wisata. Ada juga kegiatan menciptakan jingle Kampung Tempe Beji," sambungnya.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Dian Ayu Antika Hapsari

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up