alexametrics

Diskriminasi Usia, Petugas Kebersihan Adukan Nasibnya ke Hotman Paris

14 Januari 2019, 20:55:20 WIB

JawaPos.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kedatangan sejumlah petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI yang mengadukan nasibnya, karena mengalami diskriminasi. Mereka menyatakan ketidakadilan atas perekrutan pegawai honorer.

Hotman sempat membacakan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang dinilai tidak adil atas penentuan nasib pegawai berstatus honorer atau Pekerja Harian Lepas (PHL) atau kini disebut Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).

“Halo bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemda DKI ya, namanya sudah jelas ada di sini. Ini staf bapak, dari bagian Dinas Lingkungan Hidup, bagian kebersihan?,” ungkap Hotman dalam akun Instagram-nya @hotmanparisofficial pada Sabtu (12/1).

Dalam SK yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji itu dijelaskan, pegawai honorer Kebersihan dibatasi usianya hingga 55 tahun. Sedangkan pegawai honorer Unit Pengelola Kawasan (UPK) boleh berusia di atas 55 tahun.

SK tersebut menyoroti para pegawai UPK Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang berusia di atas 55 tahun masih diperbolehkan melamar pekerjaan kembali. Asal, melampirkan surat pemeriksaan kesehatan.

Hotman menyatakan hal tersebut menjadi diskriminasi antara pegawai honorer kebersihan dengan pegawai honorer UPK. Maka dari itu, pegawai honorer yang berusia di atas 55 tahun tidak dapat memperpanjang kontrak kerja untuk tahun 2019.

Dalam video tersebut, Hotman pun menegaskan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji dapat segera merevisi peraturan tersebut.

“Jadi ini memang kelihatan ada hitam putih diskriminasi. Bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI dan bapak Gubernur DKI, Janganlah begitu, janganlah diskriminasi, ini kan negara hukum. Ini SK-nya direvisi dong,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Djafar Muchlisin menjelaskan semua medan pekerjaan sudah disesuaikan dengan kemampuan. Sehingga, dibuatnya Surat Keputusan tersebut sudah sesuai masukan berbagai pihak.

“Dari medan tugasnya juga berbeda. Jadi, kebijakan Kepala Dinas itukan melihat kerjanya di UPK Badan Air sama kerjaan Kebersihan itu kan berbeda ya. Jadi, memang diperlukan adanya badan yang fit sehingga dibedakanlah antara usianya,” jelas Djafar.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Diskriminasi Usia, Petugas Kebersihan Adukan Nasibnya ke Hotman Paris