JawaPos Radar | Iklan Jitu

Coba Rebut Senpi Aparat, Bandar Narkoba Kelas Kakap Tewas di Dor

14 Januari 2019, 17:24:58 WIB
Coba Rebut Senpi Aparat, Bandar Narkoba Kelas Kakap Tewas di Dor
Ilustrasi penangkapan pengguna narkoba (DOK.JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Mobil hitam sedang melaju di tengah kota. Di dalamnya, seorang bandar sabu-sabu 5 kg, Faisal Rajab, melawan polisi. Pergumulan terjadi. Dor...dor... Sang bandar tewas. Pengakuan polisi yang akan membawa ke Mapolrestabes Makassar, Faisal hendak merebut senjata api (senpi) polisi, Minggu pagi, 13 Januari, sekitar pukul 06.00 Wita. Beruntung, petugas refleks dan menahannya.

Upaya mempertahankan senpi berujung pada letusan senjata. Dua peluru bersarang di dada kiri Faisal. "Ada empat kali letusan. Dua kali kena kaca mobil. Dua kali kena pelaku dan menyebabkan tewas," ungkap Kasat Narkoba, Kompol Diari Astetika, seperti dikutip Fajar (Jawa Pos Group), Senin (14/1).

Perlawanan Faisal setelah menunjukkan empat lokasi penyebaran sabu-sabunya. Aparat Polrestabes Makassar menangkap Faisal,32 dan Dandi,30, Sabtu malam, 12 Januari. Dandi bertugas sebagai kurir. Penangkapan keduanya setelah polisi menyamar sebagai pembeli sabu-sabu.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo memaparkan, petunjuk awal tangkapan besar itu dari 10 gram sabu-sabu dalam satu saset kecil. Polisi mengembangkannya dan menemukan paket lain yang disimpan dalam tas besar.

"Setelah dilakukan pengembangan, kita dapatkan total 5 kilogram sabu-sabu yang sudah dibagi-bagi 500 gram per plastik," ungkap Wahyu sembari menunjukkan 10 plastik sabu-sabu di depannya.

Wahyu menyebut, hasil  penyelidikan ini termasuk tangkapan besar bagi kepolisian mengawali 2019. Apalagi, pelaku masih punya hubungan dengan jaringan narkoba lainnya yang pernah diamankan.

Dandi masih punya hubungan keluarga dengan tersangka bandar ekstasi 900 butir yang ditangkap menjelang tahun baru lalu.

Keputusan polisi melepaskan empat kali tembakan karena Faisal kian tak terkendali. Faisal sempat memukul polisi dengan kunci roda yang ditemukannya.

Nyaris pula ia menembaki petugas dalam mobil itu. Dia sudah berusaha merebut senpi petugas yang mengawalnya. Polisi melepaskan empat tembakan. Dua bersarang di dada Faisal dan dua lainnya mengenai kaca mobil bagian kiri.

Jaringan Antarpulau

Wahyu tak menampik kemungkinan peredaran narkoba dengan bandar Faisal Rajab, bagian dari jaringan internasional. Pihaknya bakal mengembangkan kasus itu sampai menciduk bandar lainnya.

Ia memastikan, peredaran sabu-sabu itu berasal dari luar Kota Makassar. Polisi telah mengantongi alur peredarannya. Berasal dari pulau seberang. "Intinya, kita akan telusuri terus bandarnya ini," katanya.

Nilai narkoba tersebut tak main-main. Penangkapan 5 kilogram sabu-sabu itu telah menyelamatkan 60 ribu jiwa. "Jadi, jangan diukur dari harga rupiahnya," imbuhnya lagi.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diari Astetika merincikan, suplai narkoba itu berasal dari Pulau Kalimantan. Terbilang sangat banyak. Sekali order dari Faisal, bisa mencapai 10 kilogram. Tangkapan 5 kilogram oleh personelnya itu merupakan sisa orderannya yang belum terjual.

"Lima kilogram lainnya sudah dia jual. Makanya kita masih telusuri darimana dia dapat barangnya," tandasnya.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : JPG

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini