JawaPos Radar

Kopi Lokal Dominasi Tren 2018

14/01/2018, 00:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kopi Lokal
Seorang barista memamerkan cara meracik kopi dengan tehnik manual brewing. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kopi yang nikmat seringkali didapat dari biji kopi impor dengan harga selangit. Namun, seiring dengan berkembangnya teknik pembuatan secara manual, penikmat kopi mulai melirik biji kopi dalam negeri. 

Owner CoffeeTalk.id Agoes Sam mengatakan, saat ini banyak penikmat kopi yang sudah mahir dalam mengolah sendiri minuman berkafein tersebut atau biasa disebut manual brewing. Sehingga, banyak penikmat kopi yang bereksperimen dengan pelbagai macam biji kopi asli Indonesia. 

Kopi Lokal
Teknik pembuatan secara manual (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Menurutnya, tehnik manual brewing menciptakan berbagai macam kopi dengan racikan yang berbeda. Biasanya, didasari oleh selera kopi tiap penikmat yang berbeda. 

"Karena dulu untuk menikmati kopi enak harus ke coffee shop atau kafe. Mahal," kata Agoes ditemui JawaPos.com di Universitas NU Surabaya, Sabtu (13/1).

Dampaknya, pamor kopi lokal pun semakin terdongkrak. Agoes mengatakan, penggunaan biji kopi lokal mendorong munculnya pelaku industri. Sehingga, semakin banyak penggemar kopi yang memilih produk dalam negeri. 

"Saya yakin kopi lokal akan tetap naik pamor. Karena di Jawa Timur sendiri sudah terlihat bahwa kopi JawaTimur harus menjadi tuan rumah di tempat sendiri," kata Agoes. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya Arini Pakistianingsih menambahkan, berkembangnya industri kopi tentu berdampak pada kesempatan kerja yang makin meningkat. Menurutnya, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan industri kopi lokal. 

Selain pemanfaatan biji kopi dalam negeri, lanjutnya, setiap produk punya cita rasa yang berbeda. "Justru kalau bisa didorong untuk bisa jadi usaha skala nasional bahkan internasional," kata Arini.

Lebih lanjut, Arini mengatakan pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya guna mendorong penggunaan biji kopi lokal dan perkembangan industrinya. Antara lain, melakukan penawaran ke beberapa produsen untuk mengekspor produk kopinya. 

"Kita bantu kita fasilitasi untuk ekspor atau setidaknya bisa di jual ke luar Surabaya," katanya. 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up