JawaPos Radar

Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia Saat Tengah 'Asik'

14/01/2018, 17:10 WIB | Editor: Budi Warsito
Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia Saat Tengah 'Asik'
Wanita tempat hiburan malam saat digelandang petugas ke mobil patroli dini hari Minggu (14/1). (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Empat pasangan mesum dan empat wanita yang diduga wanita malam diamankan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang di tempat berbeda saat menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), Minggu (14/1) dini hari.

Saat diamankan petugas di salah satu Hotel Bintang 2, keempat pasangan mesum itu tengah 'indehoi' di kamar. Karena tak bisa menunjukkan bukti pernikahan, keempat pasangan itupun diboyong petugas ke Markas Komando Satpol PP Padang.

Informasi yang diperoleh, razia pekat yang digelar, Sabtu (13/1) malam tak hanya dilakukan di hotel. Tetapi juga di tempat-tempat yang disinyalir dijadikan lokasi prostitusi terselubung. Cafe-cafe atau tempat hiburan malam tak luput dari pemeriksaan petugas.

Selanjutnya, dari hotel petugas menyasar beberapa tempat karaoke yang masih saja beroperasi di luar waktu yang disepakati. Di sana, petugas hanya berhasil membawa seorang wanita penyanyi karouke yang diduga kuat nyambi sebagai wanita penghibur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison mengatakan, selain di tempat karouke dan hotel, petugas juga mengamankan tiga orang wanita yang tengah mabuk berat di kawasan pinggiran Jalan Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

"Tiga wanita ini tidak terkendali. Diduga usai meminum minuman keras, makanya kita amankan. Jadi, total yang kita amankan mencapai 12 orang. Sudah termasuk empat pasangan ilegal itu," jelas Yandrison, Minggu (14/1).

Yandrison mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan razia, apalagi saat malam Minggu. Mereka akan menindak tempat yang tidak patuh terhadap jam yang telah ditentukan, yaitu hingga pukul 02.00 WIB. Begitu juga lokasi penginapan yang memfasilitasi pasangan di luar nikah, akan tetap dipantau dirazia.

"Razia ini bertujuan untuk pengawasan terhadap izin operasional tempat hiburan malam, serta meminimalisir pelanggaran terhadap perbuatan asusila," katanya.

Setelah diamanankan, pihaknya akan melakukan pendataan dan pembinaan pada 12 orang yang digerebek dini hari Minggu (14/1) itu. Termasuk memanggil orangtua atau pihak keluarga masing-masing.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up