JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sering Di-bully, Admin Medsos OPD dan BUMD Curhat ke Ganjar

13 Desember 2018, 16:56:15 WIB
Ganjar Pranowo
CURHAT: Para admin medsos OPD dan BUMD berkumpul di rumah dinas Gubernur Jateng, Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (13/12). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Puluhan admin media sosial seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD se-Jawa Tengah bertamu ke rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Kamis (13/12). Datang dengan tujuan melakukan evaluasi, mereka sempat mengobrol santai hingga curhat selama menjadi admin.

Dipimpin tuan rumah, yakni Gubernur Ganjar Pranowo, acara ini mulanya diawali dengan diskusi terkait pelayanan publik berbasis inovasi teknologi. Dimana Ganjar turut memberikan masukan serta evaluasi terkait kinerja OPD dan BUMD se-Jateng, khususnya terkait pelayanan publik menggunakan medsos.

Selama kepemimpinan Ganjar sejak periode kepemerintahannya 2013 lalu, seluruh OPD dan BUMD se-Jateng memang diwajibkan menggunakan medsos. Itu dilakukan guna membantu pelayanan pada masyarakat.

Yang jelas, momen evaluasi ini tak disia-siakan oleh admin untuk meminta masukan dari Ganjar. Bahkan, ada pula yang curhat karena merasa kepikiran karena seringnya menghadapi sejumlah akun yang kerap mem-bully.

"Kami para admin ini sering stres pak, karena selalu dinyinyirin banyak orang. Kami sering menghadapi nyinyiran dan bully-an dari banyak orang. Cara mengatasi ini gimana pak?," kata salah satu admin medsos Dispermasdesdukcapil Jateng bernama Dwi Agung.

Dicurhati seperti itu, Ganjar menjelaskan bahwa memang banyak tantangan dalam memanfaatkan medsos yang efektif ini untuk pelayanan masyarakat. Di-bully memang risikonya. Tapi ia meminta para admin untuk tak cemas ataupun takut. Apalagi kemudian membalasnya dengan cara memaki atau menghardik.

Karena kata Ganjar, ada juga yang mem-bully para admin yang membagikan informasi atau layanan apapun. Ini berkaca pada pengalamannya sendiri menggunakan medsos, semisal saat dirinya memperkenalkan suatu program pemerintahannya.

"Tapi jangan terlalu memperdulikan akun yang memang hobinya nyinyir. Tidak usah dipedulikan, apalagi kalau akunnya anonim dan ngomongnya ngawur tanpa data. Layani saja masyarakat yang benar-benar serius membutuhkan masukan, misalnya ada masyarakat yang bertanya terkait pembuatan E-KTP, pelayanan rumah sakit, jalan rusak dan sebagainya," terangnya.

Tak lupa, Ganjar juga berpesan kepada para admin untuk terus semangat dalam pelayanan publik berbasis inovasi. Pria berambut putih itu beranggapan, pelayanan berbasis teknologi saat ini merupakan sebuah kebutuhan di era saat ini.

"Kalau ada pertanyaan dari masyarakat harus cepat dijawab, jangan lupa ngevlog untuk memperlihatkan kepada masyarakat program kerja kita secara real. Kalau ada masalah serius yang tidak dapat diselesaikan, sampaikan kepada saya, nanti pasti saya bantu. Mari kita wujudkan birokrasi di Jateng yang casual," pungkasnya.

Dadang Somantri selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jateng sementara itu mengatakan, seluruh OPD dan BUMD se-Jateng telah memiliki akun media sosial yang digunakan untuk melayani masyarakat. Penggunaan dan responnya cukup efektif, katanya.

Sebagai contoh, dari berbagai medsos di Jateng, selama 2018 ini, ada 12.072 pengaduan dari masyarakat yang masuk. Sebanyak 9.805 aduan berhasil diselesaikan dan 932 sedang dalam proses.

"Respons masyarakat memang bagus. Media sosial yang kami punya selalu dimanfaatkan masyarakat untuk bertanya, meminta informasi dan lain sebagainya," katanya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini