alexametrics

Kesaksian Warga di Balik Dibakarnya Polsek Ciracas, Jangan Direkam Ya

Kapolsek Jadi Korban
13 Desember 2018, 10:16:03 WIB

JawaPos.com – Malam itu (Selasa, 11/12) Andika sedang duduk-duduk di warkop di seberang Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. Tepatnya di Jalan Raya Inpres, Kramat Jati. Dia melihat ratusan pria mendatangi mapolsek sekitar pukul 21.00. Massa bersepeda motor tersebut datang dari arah Pasar Rebo.

“Mereka datang beramai-ramai. Pemotor yang berboncengan jumlahnya 150 hingga 200 (orang), berhenti di depan Mapolsek Ciracas,” kata Andika, saksi mata perusakan mapolsek.

Dika -sapaan Andika sehari-hari- tidak tahu dari mana asal massa itu. Yang jelas, dia hanya memperhatikan perawakan massa tersebut. Rata-rata berbadan tegap dan berambut cepak. Sebagian orang turun dari sepeda motor. Mereka lantas ditemui beberapa petugas jaga mapolsek. Tak jelas apa yang dibicarakan. Sekitar pukul 21.30, massa seolah mendapat komando untuk meninggalkan mapolsek.

Kesaksian Warga di Balik Dibakarnya Polsek Ciracas, Jangan Direkam Ya
Anggota TNI AD turut dikerahkan untuk mengamankan dan membersihkan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

“Nggak tahu ke mana orang yang banyak tadi. Saya cuma lihat badannya tegap dan berambut cepak,” imbuhnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 22.00, massa kembali ke depan mapolsek. Berbeda dengan kedatangan pertama, kali ini sebagian terlihat marah. Dari kejauhan terdengar pembicaraan dengan nada tinggi, bahkan teriakan-teriakan. Massa menginginkan pelaku pemukulan terhadap anggota TNI ditangkap dan diperlihatkan.

Menurut Dika, massa yang berjumlah banyak tersebut tetap bertahan hingga pukul 23.30. Saat itu kondisi makin tidak terkendali. Massa yang diduga anggota TNI tersebut sempat melarang warga yang melintas untuk merekam aksi tersebut. “Sempat ada yang bilang jangan direkam ya,” ungkapnya.

Merasa takut, Dika pun tidak berani memfoto atau merekam aksi itu. Dia lantas berniat pulang ke rumahnya. Barulah pada pukul 23.40 massa mulai melakukan perlawanan. Massa merangsek masuk ke mapolsek dan merusak serta membakar kantor dan mobil yang terparkir di halaman mapolsek.

Agus, warga lain yang melihat aksi tersebut, mengatakan, bukan hanya kantor dan mobil di dalam mapolsek yang dibakar massa. Mobil patroli bertulisan Jatanras dan Resmob Polda Metro Jaya yang terparkir di seberang mapolsek ikut diamuk massa. “Mobilnya dipecahin kacanya, terus dibuat terbalik sama orang-orang tersebut,” ungkapnya.

Massa naik pitam saat polisi tidak menunjukkan salah satu pelaku pengeroyokan yang ditangkap. Polisi beralasan pelaku sudah dibawa ke Polda Metro Jaya. “Mereka kecewa karena (pelaku pengeroyok, Red) sudah dioper ke polda,” jelas saksi lain.

Mereka juga kecewa atas penjelasan Kapolres Metro Jakarta Timur Kombespol Tony Yoyon yang menemui mereka. Kapolres saat itu hanya memastikan bahwa kasus pengeroyokan anggota TNI itu akan diusut tuntas.

“Setelah merusak mobil dan kantor, mereka langsung kabur ke arah Pasar Rebo,” imbuhnya.

Dari informasi yang dikumpulkan Jawa Pos, aksi anarkistis itu diduga buntut permasalahan yang terjadi Senin (10/12). Saat itu ada anggota TNI yang dianiaya juru parkir di sekitar pertokoan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Rabu (12/12) sekitar pukul 02.00 Jawa Pos mendatangi lokasi kejadian. Kondisi mapolsek rusak parah. Terlihat puing-puing sisa kebakaran. Beberapa mobil yang terparkir di sekitar mapolsek hangus.

Sekitar pukul 03.00, beberapa anggota kepolisian menutup gerbang utama mapolsek yang berhadapan langsung ke Jalan Raya Bogor dengan menggunakan papan tripleks setinggi 2 meter. Terlihat beberapa mobil yang rusak di dalam dan luar mapolsek dievakuasi petugas derek.

Barulah pukul 05.30 petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) Pemprov DKI Jakarta membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda ruangan pelayanan SKCK, klinik, dan Wakapolsek itu.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono hanya menerangkan bahwa perusakan mapolsek tersebut buntut aksi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok tukang parkir kepada dua anggota TNI di pertokoan Arundina Senin lalu.

“Ada sekelompok massa yang mendatangi Mapolsek Ciracas. Di mapolsek, Kapolsek Ciracas dan Kapolres Jakarta Timur menemui massa itu. Massa menanyakan pelaku pengeroyokan di parkiran (Arundina) Cibubur. Kapolres menyampaikan bahwa pelaku sedang dalam pengejaran,” papar dia.

Mendengar jawaban itu, lanjut Argo, massa tidak otomatis tenang. Sebaliknya, massa justru tidak puas dan melakukan beberapa tindakan anarkistis. “Ada yang merusak mobil, kemudian ada yang merusak kantor. Ada tiga anggota yang sakit karena kejadian itu. Dua sudah rawat jalan, yang satu masih dirawat di RS Kramat Jati,” ungkap dia.

Argo menerangkan, salah seorang korban perusakan dan pembakaran mapolsek adalah Kapolsek Ciracas Kompol Agus Widar. Dia menjadi korban penganiayaan massa hingga pingsan di lokasi kejadian. “Kini dia menjalani opname di rumah sakit,” terang Argo.

Sopir Kapolres Jakarta Timur turut menjadi korban penganiayaan. Kini, si sopir menjalani rawat jalan. Korban lainnya adalah warga di sekitar mapolres dan dua wartawan peliput di lokasi kejadian. Mereka kini juga dirawat di rumah sakit.

Insiden tersebut membuat tahanan mapolsek rusak. Para tahanan pun dipindah ke Ruang Tahti Polda Metro Jaya. “Ada tujuh tahanan yang dipindahkan. Mereka dalam keadaan sehat,” imbuhnya.

Polisi juga mulai menangani kasus pengeroyokan anggota TNI. Argo mengatakan, polisi sudah menangkap pelaku berinisial AP. “Dia berperan memegangi korban saat dikeroyok dan ikut melakukan pemukulan,” ujarnya. AP merupakan inisial untuk Agus Priyatna. Selain AP, ada tiga pelaku yang berinisial I, H, dan D.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis memerintah anak buahnya mengamankan semua pengeroyok dua anggota TNI di pertokoan Arundina. Dia memberi anak buahnya waktu dua hari. “Sudah diberi waktu 2 x 24 jam,” ucapnya.

Sementara itu, Kodam Jaya memastikan bahwa situasi di mapolsek sudah kondusif sejak Rabu pagi. Sama halnya dengan Polda Metro Jaya, mereka pun tengah mencari dalang aksi penyerangan dan perusakan Mapolsek Ciracas. “Pihak kepolisian juga masih mencari tahu siapa pelakunya, kemudian apa latar belakangnya,” ujar Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Kristomei Sianturi kemarin.

Diduga kuat, perusakan dan pembakaran melibatkan oknum anggota TNI. Namun, sejauh ini Kapendam belum mau mengatakan siapa pihak yang bertanggung jawab atas kasus tersebut. “Sementara belum ada (siapa yang bertanggung jawab, Red). Karena belum ada indikasi ada anggota Kodam Jaya yang terlibat di situ. Kalaupun ada (yang terlibat), kami akan ambil langkah tindak lanjut untuk menindak,” tegasnya.

Selain itu, Kristomei belum bisa memastikan apakah perusakan dan pembakaran mapolsek masih berkaitan dengan aksi pengeroyokan dua anggota TNI di Arundina atau tidak. “Masih kami cari tahu apakah terkait kasus pengeroyokan di Cibubur atau tidak. Sementara masih kami dalami apakah ada keterkaitannya. Kemudian siapa pelakunya, termasuk siapa saja orang-orang ini,” terang dia. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (wib/bry/c9/agm)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kesaksian Warga di Balik Dibakarnya Polsek Ciracas, Jangan Direkam Ya