alexametrics

Insiden Polsek Ciracas, Kompolnas: Pelaku Pembakaran Ditindak Tegas

13 Desember 2018, 01:20:12 WIB

JawaPos.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) angkat bicara menanggapi insiden penyerangan dan pembakaran Markas Kepolisian Sektor Ciracas Jakarta Timur, Selasa (12/8) malam lalu. Fasilitas umum rusak dan beberapa polisi mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Anggota Kompolnas Andrea H Poeloengan mengaku, menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, penyerangan Mapolsek Ciracas yang berujung sejumlah anggota kepolisian terluka itu mencerminkan bahwa hukum bukan lagi sebagai panglima di negeri ini. Hal itu menurutnya sangat membahayakan bagi keutuhan NKRI.

“Hal ini tidak dapat dibiarkan, maka bagi seluruh pelaku yang terlibat pengerusakan agar segera ditindak secara hukum,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (12/12).

Insiden Polsek Ciracas, Kompolnas: Pelaku Pembakaran Ditindak Tegas
Sejumlah fasilitas rusak dan beberapa anggota polisi terluka akibat penyerangan Mapolsek Ciracas (Istimewa)

Kendati demikian, penegakan itu harus pula diikuti dengan pemulihan hubungan interpersonal antara korban dan pelaku yang terlibat pengerusakan Polsek Ciracas.

“Walaupun kejadian ini masih diduga pelakunya adalah oknum-oknum berseragam TNI, tapi sudah merupakan sinyal mendesak bahwa hukum harus ditegakkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam TAP MPR No VII/2000 pasal 3 ayat 4 poin a serta UU TNI No 34 tahun 2004 pasal 65 ayat 2 menyatakan bahwa Prajurit TNI tunduk kepada kekuasaan peradilan militer dalam hal pelanggaran hukum militer.

Selain itu, TNI pun harus tunduk kepada kekuasaan peradilan umum dalam hal pelanggaran hukum pidana umum. Menurutnya aturan itu sampai sekarang salah satu amanah reformasi TNI yang belum bisa dijalankan.

Andrea menambahkan, meskipun ada UU No 31 tahun 1997 tentang peradilan militer, akan tetapi bila dihubungkan perintah UU 34 tahun 2004 juga harus diimbangi dengan pendewasaan personel TNI sebagai subjek hukum dan pendewasaan personil Polri sebagai penegak hukum.

Menurutnya adanya aturan tentang pemberdayaan peradilan sipil bagi anggoata TNI dalam hal pelanggaran pidana non militer. Namun peradilan itu juga jangan sampai membuka ruang potensi konflik baru antara TNI dengan Polri, sebagai akibat dari proses penegakan hukum oleh Polri terhadap anggota TNI yang diduga melakukan perbuatan yang memenuhi unsur delik pidana.

“Khusus untuk kejadian di Polsek Ciracas ini, baik Kapolri dan khususnya Panglima TNI, perlu lebih keras lagi membumikan sinergitas kedua lembaga hingga ke anggota yang berpangkat paling bawah,” katanya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Insiden Polsek Ciracas, Kompolnas: Pelaku Pembakaran Ditindak Tegas