alexametrics

Prajurit Korban Bentrok Nelayan Itu Akhirnya Tewas

13 Desember 2017, 07:05:20 WIB

JawaPos.com – Akhirnya anggota Kodim 1710/Mimika, Kopral Dua (Kopda) Andi Setaf Sahadat yang merupakan korban bentrok antar kelompok nelayan, yang terjadi Agustus  lalu di Kampung Paomako, menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (10/12) lalu, di Ruang High Care Unit (HCU) RSAL Dr Ramelan, Surabaya.

Almarhum Kopda Andi meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan medis beberapa waktu lamanya di RSAL Dr Ramelan, Surabaya, akibat luka terkena Senjata Tajam (Sajam), berupa tombak pada bagian punggungnya.

Hal itu terjadi, saat korban hendak melerai bentrok antar kelompok nelayan di Paumako, Distrik Mimika Timur waktu itu.

Berdasarkan rilis Kodim 1710/Mimika yang diterima Radar Timika (Jawa Pos Group), Selasa (12/12) menjelaskan, sebelum dirujuk ke RSAL Dr Ramelan, Surabaya, korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika selama kurang lebih tiga hari.

Setelah itu korban kemudian dirujuk ke RSAL Dr Ramelan di Surabaya, guna mendapatkan perawatan medis selama beberapa waktu lama. Dan pada pertengahan Bulan Agustus Tahun 2017 lalu, korban sempat diizinkan pulang ke rumah oleh tim dokter, setelah kondisi korban pada saat itu sempat membaik.

Namun pada November lalu, anggota Kodim 1710/ Mimika ini, kembali masuk RSAL Dr Ramelan untuk mendapatkan perawatan medis, akibat kondisinya kesehatannya saat itu tidak stabil. Dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (10/12) lalu sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara itu Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Windarto yang dikonfirmasi Radar Timika kemarin siang, membenarkan bahwa Kopda Andi telah meninggal dunia, dan jenazahnya telah dimakamkan pada Senin (11/12) lalu di kampung halamannya di Jalan Sungkono Gang Dadap, Desa Pogar, Kecamatan Bangli, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

“Sudah dimakamkan kemarin siang (Senin red), di kampung halamannya. Selaku pimpinan, saya sampaikan bela sungkawa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Dan untuk kenaikan pangkatnya sementara diproses,”tandas Dandim.

Untuk diketahui, Kopda Andi yang merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 1710/Mimika yang menjadi korban amukan massa, saat terjadinya pertikaian antar kelompok nelayan di Paumako, Rabu (9/8) Tahun 2017 lalu.

Korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika, sebelum dievakuasi ke Surabaya untuk menjalani perawatan medis hingga kemudian meninggal dunia.

Editor : admin

Reporter : (sad/jpg/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Prajurit Korban Bentrok Nelayan Itu Akhirnya Tewas