alexametrics

DPRD Nilai Penataan Tanah Abang Tanpa Perencanaan Matang

13 November 2018, 17:45:48 WIB

JawaPos.com – Sebagian kalangan menilai saat ini kawasan Tanah Abang semakin semrawut. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono melihat ini karena tidak adanya penataan menyeluruh di kawasan perdagangan itu.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan di Tanah Abang saat ini serba tiba-tiba ada. Sehingga, karena dibangun dengan kajian yang tidak matang maka hasilnya menjadi berantakan.

“Tanggapan saya sederhana karena ini proses pembangunannya yang ujug-ujug kan, tidak melalui perencanaan, tidak melalui kajian matang sehingga akhirnya seperti itu (berantakan),” tutur Gembong di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).

Terlebih jika melihat ke pembangunan Jembatan Penyeberangan Multifungsi (JPM) atau skybridge. Gembong menyatakan akibat perencanaan yang tiba-tiba maka berbagai persoalan muncul misalnya persengketaan antara PT KAI dan PD Pembangunan Sarana Jaya terkait jalur penghubung.

Belum lama ini, PD Pembangunan Sarana Jaya menyatakan akan membangun beberapa toilet atas permintaan PT KAI. Gembong melihat jika ada sekitar 400 kios di atas skybridge, maka akan adanya kesulitan dalam flow penumpang dan kebutuhan toilet yang berakhir semrawut.

“Kembali lagi ini soal perencanaan, orang mau bangun rumah tuh mau bikin sekalian kamar. Sederhana ini, karena tidak melalui perencanaan matang makanya semrawut ini kebijakan yang ujug ujug saya bilang,” tegasnya.

Maka, Gembong meminta agar PD Pembangunan Sarana Jaya dapat melihat pembangunan ini lebih luas lagi. Dia meminta agar tidak asal bangun, tapi tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

“Tanah Abang jadi sumber masalah karena penanganannya tidak komperhensif sejak awal. Kalau kajian matang, koordinasi lintas instansi bagus, nggak akan seperti ini,” tandasnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (rgm/JPC)


Close Ads
DPRD Nilai Penataan Tanah Abang Tanpa Perencanaan Matang