alexametrics

Basarnas Perkenalkan Dua Armada Kapal Baru di Batam

13 November 2018, 21:00:17 WIB

JawaPos.com – Sebagai leading sector bidang Search And Rescue (SAR) di Indonesia saat terjadi kecelakaan atau pun bencana alam, Badan SAR Nasional (Basarnas) tentunya membutuhkan banyak peralatan yang mumpuni untuk menunjang mobilitasnya. Pasalnya, Basarnas mempunyai misi penyelamatan.

Agar kinerjanya semakin tangguh, Basarnas pun kedatangan dua armada kapal baru, Kapal Negara (KN) Karna dan KN Sasikirana. Kedua kapal itu dibuat di Batam, dan diluncurkan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya (Marsdya) TNI, M Syaugi pada 12 dan 13 November 2018 ini.

Peluncuran KN Sasikirana dilaksanakan Selasa (13/11) di area PT Kumala Shipyard, Batam. Sementara sehari sebelumnya KN Karna lebih dulu telah diluncurkan.

“Ekspektasi kita kedua kapal ini untuk mengefektifkan pelaksanaan operasi SAR di perairan,” tegas Kabasarnas di Tanjung Uncang, Batam saat peluncuran kapal dengan kecepatan 30 knot ini pada Selasa (13/11).

Saat ini, Basarnas memiliki 170 kapal yang tersebar di Kantor maupun Pos SAR di seluruh tanah air. Jumlah tersebut ungkap Syaugi, belum ideal. Namun, karena kekuatan anggaran untuk tahun ini hanya mampu mengadakan dua kapal di tahun 2018 ini.

Dengan pengadaan dua kapal ini, Syaugi berharap, pelaksanaan operasi SAR ke depan jauh lebih baik lagi. Rencananya, kedua kapal yang diperuntukkan untuk Kantor SAR Natuna. Diharapkan kehadiran kapal itu akan mempertegas posisi Indonesia dalam memberikan pelayanan jasa SAR khususnya di wilayah perairan terluar dan berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Karakter Sasikirana hampir sama dengan para rescuer, mereka memiliki jiwa kemanusiaan dan berani mengambil resiko demi menolong sesama,” kata Syaugi mengomentari nama yang diberikan kepada kapal ini.

Seiring dengan perkembangan jaman dan aktivitas masyarakat, mobilisasi menggunakan moda transportasi air pun mengalami peningkatkan signifikan dari tahun ke tahun. Kondisi inilah yang diwaspadai Basarnas. Karena perkembangan tersebut berimplikasi pada resiko peningkatan kecelakaan di bidang pelayaran.

Dari data Basarnas Command Center (BCC), hampir 70 persen kecelakaan yang ditangani Basarnas adalah kecelakaan di perairan. Setiap hari, Basarnas rata-rata menangani 10-20 kecelakaan di perairan di seluruh tanah air. Karena itulah, sarana prasarana air menjadi hal krusial yang harus ditingkatkan untuk mengefektifkan pelaksanaan operasi SAR.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (bbi/JPC)



Close Ads
Basarnas Perkenalkan Dua Armada Kapal Baru di Batam