alexametrics

Cuaca Panas Lagi, Titik Api Kini Beralih ke Lahan Pertanian

13 Oktober 2019, 15:36:22 WIB

JawaPos.com – Cuaca yang kembali panas dalam beberapa hari terakhir membuat titik api bermunculan lagi di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, titik api tidak lagi di kawasan gambut, melainkan di lahan pertanian.

“Iya, di lahan gambut saat ini malah aman. Sekarang kebakaran banyak terjadi di lahan pertanian,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin, sebagaimana dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Minggu (13/10).

Dia mengungkapkan, banyaknya titik api di kawasan persawahan diduga lantaran dibakar oleh petani yang ingin bertanam. “Sekarang kan musim panen habis, jadi sawah dan jerami dibakar untuk ditanami lagi,” ungkapnya.

Dipaparkannya, lahan pertanian yang banyak terbakar berada di Kabupaten Banjar dan Tanah Laut. “Setiap hari pasti ada kebakaran di sawah,” paparnya.

Namun, menurutnya, memadamkan api di lahan pertanian tak sesulit di kawasan gambut. Sebab, api yang menyala hanya berada di daratan. “Beda dengan di gambut, api menyala sampai ke kedalaman tiga meter jadi sulit dipadamkan,” ujarnya.

Meski cuaca kembali panas, sejauh ini Wahyuddin menyampaikan kawasan gambut masih aman karena sudah direndam dengan air. “Jadi fokus kita sekarang di lahan nongambut,” ucapnya.

Sementara itu, untuk menangani karhutla, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin mengungkapkan, BPBD Kalsel saat ini hanya mengoperasikan satu helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing. “Sedangkan dua heli water bombing lainnya off, karena titik api tidak sebanyak sebelumnya,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini status karhutla masih siaga. Sebelumnya sempat berstatus darurat lantaran tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan. “Status siaga akan berakhir hingga 31 Oktober,” bebernya.

Terkait titik api yang terpantau kemarin, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana menuturkan bahwa jumlahnya hanya sekitar 35. “Titik api terbanyak ada di Tanah Laut, Tapin, dan Kotabaru,” tuturnya.

Dijelaskannya, jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan pekan-pekan yang lalu yang mencapai ratusan titik.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads