JawaPos Radar

Viral Caleg Putus Beda Partai, Pengamat Anggap Narasi Politik Terburuk

13/09/2018, 08:21 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Viral Caleg Putus Beda Partai, Pengamat Anggap Narasi Politik Terburuk
Direktur Eksekutif Inkubator Politik Indonesia (Inpolin), Arie Putra (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Video viral soal bacaleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) asal Sumatera Barat (Sumbar), Febri Wahyuni Sabran yang mengaku putus dengan pacarnya lantaran berbeda pilihan politik mengundang komentar banyak orang. Tidak saja netizen di media sosial (medsos).

Direktur Eksekutif Inkubator Politik Indonesia (Inpolin), Arie Putra juga ikut berkomentar. Arie menilai, pola pencitraan dengan mengumbar urusan privat ke hadapan publik sangat tidak elok.

Menurutnya, ini narasi politik terburuk yang pernah ada sepanjang sejarah Indonesia. "Ini nyampurin privat dengan urusan publik. Kalau beda parpol sama teman salat gimana? Kalau beda parpol sama guru gimana? Beda sama orangtua gimana? Ini mirip-mirip kayak bawa urusan agama ke politik," kata Arie dalam keterangan pers, Rabu (12/9) malam.

Alumnus FISIP Universitas Indonesia itu mengatakan, viral di medsos belum tentu mendidik. Menurutnya, narasi politik yang dibangun Caleg PSI ini jelas merusak nalar.

"Banyak anak-anak muda yang bagus malah diledek dengan isu bicara dengan data dan konsep. Caleg PSI malah hembuskan isu putus cinta. Politik anak muda cinta doang," bebernya.

Menurut Arie, ia belum pernah melihat dan mendengar pernyataan yang berkualitas dari politisi PSI. Baik di tingkat Pusat, maupun di daerah. Bahkan, sebut Arie, kampanye PSI ini merusak gagasan kampanye yang kuat dan argumentatif dari banyak politisi muda yang sedang juga sedang maju Pileg atau menjadi juru bicara presiden.

"Kalau dukung Jokowi, harusnya jadi pembeda di sana," kata analis Komunikasi Politik dari Media Citra tersebut.

Arie juga mengganggap, viral gara-gara putus pacar itu seperti merendahkan anak-anak muda yang terjun ke politik dengan banyak gagasan.

"Saya harap ada pernyataan resmi dari PSI untuk meredam isu yang merendahkan anak muda ini. Bukan malah menari-nari di atas popularitas yang semu ini. Maaf kalau ada pernyataan yang salah," tutup Arie, yang juga aktif sebagai peneliti di jaringan Policy Research Network (PRN) itu.

Sebelumnya, video yang berisi testimoni sejumlah Bacaleg PSI tersebut diunggah akun Facebook PSI. Dalam satu sesi, para bacaleg diminta memberikan jawaban atas apa yang telah kamu korbankan demi menjadi Caleg.

Lantas, Febri Wahyuni Sabran, salah satu Bacaleg dari Dapil 2 Sumbar itu mengatakan, jika ia telah mengorbankan cintanya demi maju jadi Caleg. "Banyak banget yang aku korbanin, salah satunya putus dari mantan aku yang beda partai," kata Febri Wahyuni Sabran dalam video itu.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up