JawaPos Radar

Rawan Kecelakaan, Jalur Tengkorak di Jabar Perlu Penanganan Serius

13/09/2018, 06:10 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Rawan Kecelakaan, Jalur Tengkorak di Jabar Perlu Penanganan Serius
Pembatas jalan teknologi Korsel. (Dok instagram @ridwankamil)
Share this

JawaPos.com - Jalur tengkorak di Jawa Barat kembali memakan korban. Pada akhir pekan lalu setidaknya ada dua bus yang mengalami kecelakaan di dua lokasi yang berbeda. Keduanya terjun bebas ke dalam jurang yang sering disebut dengan jalur tengkorak.

Kecelakaan pertama terjadi di tanjakan Cisarakan, tepatnya di Kampung Cisarakan RT 09/04, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/9). Akibat kecelakan ini satu orang tewas.

Pada hari berikutnya kecelakaan kembali terjadi, kali ini lokasinya di tikungan Kampung Bantar Selang saat perjalanan menuju objek wisata arung jeram di Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi. Kecelakaan menewaskan 21 orang karyawan termasuk sopir dan membuat 18 lainnya luka-luka.

Rawan Kecelakaan, Jalur Tengkorak di Jabar Perlu Penanganan Serius
Infografis jalur tengkorak di Jabar. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai banyaknya jalur tengkorak di Jawa Barat perlu penanganan serius. Salah satunya yakni mengadopsi teknologi pembatas jalan dari Korea Selatan.

Bahkan Kang Emil, akan menerbangkan Dinas Perhubungan Jabar ke Korea Selatan untuk belajar mengenai teknologi tersebut. "Dishub sudah saya perintahkan untuk cari datanya kalau perlu terbang ke Korea untuk memastikan, ya terbang," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Ranu (12/9).

Dishub Jabar Siap Adopsi Teknologi dari Korea Selatan

Rencana Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan memasang pembatas jalan dengan teknologi Korea Selatan disambut baik. Hal itu dinilai ide yang baik untuk mengantisipasi kecelakaan di jalur-jalur tengkorak wilayah Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik akan segera mengajukan anggaran untuk mengadopsi teknologi Korsel itu. "Iya kita pasanglah, nanti kita ajukan di alokasi anggaran. Kita akan pasang di tempat tempat yang rawan. Karena itu kan ada rel jadi nantinya (begitu nabrak) melipir ke jalan lagi," kata Dedi di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/9).

Rencana pembatas jalan silinder itu akan dipasang di beberapa titik jalur tengkorak di wilayah Jabar. Karena menurutnya wilayah Jabar termasuk yang memiliki banyak jalur rawan kecelakaan.

Menurutnya, dengan adanya ide dari Ridwan Kamil akan menjadi suatu solusi yang berbeda. Bahkan diketahui, pembatas ini kuat jika dibentur atau ditabrak kendaraan besar.

"Ide dari Gubernur sesuatu yang berbeda. Karena yang biasa kena benturan hancur kalau ini tidak hancur tapi (bisa) melambat kecepatan kendaraan. Tapi escape road itu juga perlu (antisipasi) jika terjadi rem blong, maka harus ada," tuturnya.

Dengan adanya fasilitas atau pembatas jalan baru ini merupakan sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memilimalisir angka kecelakaan di jalur tengkorak. Sehingga masyarakat yang melintas pun merasa aman, nyaman, dan aman sampai tempat tujuan

Titik Jalur Tengkorak di Jabar

Ditlantas Polda Jabar Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono menyebut ada beberapa jalur tengkorak yang harus diwaspadai para pengguna jalan. Terlebih pengemudi yang tidak tahu medan daerah tersebut.

Diantaranya Tanjakan Selarong yakni antara Cianjur-Sukabumi, Gentong Tasikmalaya, Cikijing Majalengka, Cadas Pangeran, Tanjakan Nyalindung Sumedang, dan Tanjakan Wado.

Walaupun dianggap rawan, bukan berarti jalur tersebut dilarang untuk dilewati pengemudi terlebih kendaraan besar seperti bus yang membawa muatan banyak. Namun, kendaraan dipastikan dalam kondisi laik jalan.

"Bus boleh lewat dengan catatan kondisinya harus 100 persen laik jalan. Sopir familiar dengan daerah dimaksud berkaitan dengan topografi kontur jalan," kata Prahoro kepada JawaPos.com, Selasa (11/9).

Adapun topografi kontur jalan diantaranya Black Spot, ada juga kelas Jalan yakni yang boleh dan tidak boleh dilewati bus atau kendaraan dengan beban muatan berlebih. Dalam hal ini, jalur tengkorak bisa diantisipasi dengan mengikuti aturan pihak terkait.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up