JawaPos Radar

Pemerintah Bekukan Izin Masjid Imam Ahmad, FUI: Harusnya Tabayun Dulu

13/09/2017, 02:45 WIB | Editor: Imam Solehudin
Pemerintah Bekukan Izin Masjid Imam Ahmad, FUI: Harusnya Tabayun Dulu
Sejumlah warga ketika melakukan aksi penolakan pembangunan masjid Imam Ahmad bin Hambal (Rmol Jabar/JawaPos Grup)
Share this image

JawaPos.com - Forum Umat Islam (FUI) Bogor Raya meminta Pemerintah Kota Bogor melakaukan tabayun terkait keberadaan masjid Imam Ahmad bin Hambal.

Mereka menilai, keputusan pemkot membekukan IMB (Izin Mendirikan Bangunan) masjid tersebut harus ditelaah lebih lanjut.

Ketua FUI Kota Bogor Raya, H Asri Harahap mengatakan, pemkot semestinya tak terburu-buru mengambil sikap tanpa ada diskusi terlebih dulu, sehingga mengakibatkan gejolak di masyarakat.

"Permasalahan ini, bukan hanya Bogor saja, bahkan sudah menjadi isu di mancanegara. Jadi, kami ingin mengajak kepada pihak terkait, khususnya walikota untuk duduk bersama mencari solusi,” kata Ketua FUI Bogor Raya, H Asri Harahap, Selasa (12/9), dilansir RMol Jabar (Jawa Pos Grup).

Dia menuturkan, membangun masjid merupakan hal mulia yang tujuannya untuk mempersatukan umat islam dalam beribadah.

"Jadi, masjid itu tempat beribadah. Bila dilarang, bahkan sampai ditutup berarti melarang umat islam untuk beribadah,” ucapnya.

Sementara Dewan Syuro FUI Bogor Raya, Ust Mutarom mengatakan, permasalahan ini dipicu karena adanya ketidaksukaan dari sekolompok orang, bahkan keterlibatan pihak ketiga, yang memancing kegaduhan di masyarakat.

Kelompok ini menilai masjid tersebut tempat berkumpulnya orang-orang wahabi. Padahal, pembangunan masjid terbuka untuk umum, artinya tidak ada kelompok-kelompok yang menyimpang dari syariat agama.

Ia pun mengaku, sebelum direnovasi pihak masjid sudah berkomunikasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama, namun mereka tak memenuhi hal tersebut. Sementara soal IMB seharusnya tidak bisa dibekukan begitu saja, tentu harus melalui mekanisme dan musyawarah.

"Kita ingin musyawarah soal ini, karena melalui diskusi atau musyawarah pastinya melahirkan win-win solution. Jika tidak ada solusi, maka harapan kami Pemda mengambil alih pengelolaan masjid ini, hingga menjadi masjid milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bogor,” pungkasnya.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up