alexametrics

Tower Provider Roboh Timpa Siswa SD, Satu Sekarat, Empat Dirawat

13 Agustus 2019, 18:15:58 WIB

JawaPos.com – Tower provider telekomunikasi roboh di Dusun Baddo Baddo Desa Bajimangai Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (13/8). Tower yang diduga milik PT XL Axiata ini menimpa sejumlah siswa SDN 240 Baddo Baddo.

Informasi yang dihimpun FAJAR (Jawa Pos Group) menyebutkan bahwa ada delapan orang yang terkena dampak robohnya BTS ini. Namun hanya enam orang yang mengalami luka dan dilarikan ke RSAU Dody Sarjoto.

Salah seorang saksi mata yang juga guru SDN 240 Baddo Baddo, Veronika mengaku saat kejadian ia tengah melatih 15 orang siswanya yang menjadi korban robohnya tower BTS. “Saat kejadian itu kami sedang berlatih vokal grup untuk persiapan 17 Agustus. Tapi baru selesai satu lagu tiba-tiba tower roboh dan menimpa beberapa siswa,” katanya.

Dia mengaku sangat kaget melihat kejadian yang dalam sekejap itu. “Saya tidak tahu mau berbuat apa lagi, saya sudah melihat anak-anak penuh darah,” akunya dengan mata sembab.

Sebelum kejadian, pepohonan di sekitar sekolah bergoyang dihempas angin. Begitu juga dengan menara BTS XL Axiata yang berdiri tunggal di belakang sekolah. Jaraknya hanya sekitar satu meter.

Baut pengikat tower tak kuat menahan. Hingga akhirnya menimpa gedung sekolah. Patahan tiang sampai ke halaman sekolah. Lalu menimpa beberapa siswa.

Akibat peristiwa itu satu orang siswa, Khadijah Rafa Nur, 11, tak sadarkan diri dan dirujuk ke RS Wahidin guna mendapat perawatan lebih lanjut. Sedangkan satu orang di antaranya sudah dipulangkan ke rumahnya. Sisanya empat orang masih dirawat di RS Dody Sarjoto. Keempatnya yakni Adinda Sri Rahmayani, Riza Wahyuni, Abrisam Bangga Arbani, dan Muhammad Sultan Ali Ashary.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, pihak XL Axiata membantah bahwa tower tersebut miliknya. BTS tersebut milik perusahaan penyedia tower, sementara XL Axiata hanya sebagai salah satu penyewa saja.

“Menara tersebut bukan milik XL Axiata, namun milik perusahaan penyewaan menara telekomunikasi. Dalam hal ini, XL Axiata bertindak sebagai penyewa menara tersebut. Karena itu, semua hal terkait pembangunan dan pemeliharaan, juga kelayakan bangunan bukan merupakan tanggung jawab XL Axiata,” jelas Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih kepada JawaPos.com.

Pihaknya pun mengaku prihatin dan simpati kepada para korban dan berharap segera mendapatkan penanganan terbaik.
Selain itu, Tri mengaku akan mendukung upaya investigasi oleh pihak berwajib untuk mengetahui pasti penyebab robohnya menara. “XL Axiata akan mendorong upaya pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads