JawaPos Radar

DPO Pembakaran Rumah Masih Diburu Polisi

13/08/2018, 20:35 WIB | Editor: Budi Warsito
DPO Pembakaran Rumah Masih Diburu Polisi
Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar (Sahrul Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pelaku pembakaran rumah di Jalan Tinumbu, 166B, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Senin (6/8) yang menyebabkan tewasnya satu keluarga masih terus diburu Polisi.

Dari tujuh orang pelaku, enam diantaranya telah diringkus. Sementara itu, satu orang lainnya masih diburu dan saat ini telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polrestabes Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar mengatakan, pelaku yang menjadi DPO bernama Rahman Alias Appang. Ia merupakan warga Kota Makassar.

"Jadi tersangka lain masih DPO. Sementara masih dalam pengejaran oleh tim," kata Kombes Irwan Anwar saat memberikan keterangan di Makassar, Senin (13/8).

Ia melanjutkan, keenam orang pelaku yang diringkus diantaranya, Andi Muhammad Ilham, 23; Riswan Idris, 23; Haidir Mutalib, 25 dan Wandi, 23. Keempatnya ditangkap pada Rabu (8/8) atau tepat dua hari setelah insiden pembakaran terjadi.

"Setelah dilakukan pengembangan, penyidik menemukan lagi dua pelaku lain. Masing-masing Iwan Lili dan Akbar Daeng Ampu,32 tahun. Saat ini berstatus sebagai narapidana dan mendekam di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1A Makassar," terangnya.

Kedua napi itu, menjalani masa hukuman dalam kasus pembunuhan dan narkoba.

Seperti diketahui, Appang dalam kasus itu disebutkan berperan sebagai eksekutor pembakaran rumah yang menewaskan enam orang korban. Motif kasus pembakaran ini, dilatarbelakangi karena persoalan utang piutang narkoba jenis sabu-sabu.

Irwan Lili sendiri, diketahui berperan sebagai penghubung Fahri kepada Akbar Daeng Ampu dalam proses transaksi narkoba tersebut. Fahri disebutkan menjanjikan untuk segera melunasi utang sabu-sabu itu kepada Akbar.

Namun, hal itu tak ditepati. Merasa dibohongi dengan terus dijanji, dari dalam Lapas, Akbar kemudian menginstruksikan kepada Andi Muhammad Ilham, Riswan Idris, Haidir Mutalib dan Wandi untuk segera menagih disertai dengan tindakan kekerasan.

Akbar Daeng Ampu disebut sebagai otak dari pelaku pembakaran rumah yang menewaskan enam orang korban itu. Akibat perbuatan itu masing-masing pelaku disangkakan melakukan pelanggaran pasal 170 ayat 1 dan 2, pasal pasal 351 ayat 2 juncto pasal 333 ayat 1 dan 2 KUHPidana dengan ancaman maksilam 20 tahun penjara.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up