alexametrics

BRT Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga Diresmikan

13 Agustus 2018, 22:39:34 WIB

JawaPos.com –  Transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng rute Purwokerto-Purbalingga diresmikan, Senin (13/8). BRT ini merupakan yang kedua setelah Trans Jateng Kedungsepur rute Stasiun Tawang-Terminal Bawen diresmikan 7 Juli 2018 lalu. 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir pada peresmian itu, ikut menjajal naik dari Terminal Bulu Pitu Purwokerto. Rutenya, melintasi Jalan Sultan Agung, Jalan Menteri Supeno, Jalan Jenderal Sudirman Sokaraja, Jalan Letjend Suprapto, Jalan Klahang Sokaraja.

Kemudian, dilanjut Jalan Jompo Kulon, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Komisaris Noto Sumarsono, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Letjen S Parman, Jalan Raya Bojong, Jalan Raya Purbalingga-Banjarnegara, dan berakhir di Terminal Bukateja Purbalingga. Total rute ini jaraknya 26,4 kilometer.

Adapun rute sebaliknya adalah dari Bukateja-Purwokerto dimulai dari Terminal Bukateja melintasi Jalan Raya Purbalingga-Banjarnegara, Jalan Raya Bojong, Jalan Letjen S Parman, Jalan Letkol Isdiman, Jalan Komisaris Noto Sumarsono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mayjend Sungkono. Lalu Jalan Jompo Kulon, Jalan Klahang Sokaraja, Jalan Letjend Suprapto, Jalan Jenderal Sudirman Sokaraja, Jalan Suparjo Rustam, Jalan Gerilya, Taman Andhang Pangrenan, Jalan S Parman, Jalan Jend Sudriman. 

Diteruskan ke Jalan RA Wiriaatmaja, Jalan Gatot Subroto, Jalan Merdeka, Jalan S Parman, Jalan Suwatio dan berakhir di Terminal Bulu Pitu Purwokerto. Dimana total jarak keseluruhan rute ini adalah 39 kilometer. 

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat, mengatakan, BRT ini menempuh perjalanan dengan rata-rata kecepatan antara 30-40 km/jam dengan jarak tempuh rata-rata 33,8 kilometer. “Dapat ditempuh dalam waktu 90 menit,” katanya.

Ia merinci, untuk Koridor Purwokerto-Purbalingga ini memiliki 47 halte. Detailnya, 14 unit ke arah Purbalingga dan 23 ke arah Purwokerto. “Untuk Agustus ini bus yang akan di-launching oleh gubernur sebanyak 8 unit, nanti September ada 14 armada yang akan beroperasi,” tambah Satriyo. 

Sebagai permulaan, masyarakat umum yang ingin mencoba Bus Trans Jateng ini akan digratiskan mulai dari 13 hingga 15 Agustus 2018 mendatang. Namun, kata Satriyo, setelah itu diberlakukan tarif Rp 4 ribu untuk masyarakat umum dan Rp 2 ribu untuk pelajar.

Layanan BRT dimulai pukul 05.30-19.00 WIB. Waktu berhenti di setiap halte, kata Satriyo, cuma 30 detik. Adapun jarak antarbus 10 hingga 15 menit pada waktu normal dan 15 sampai 20 menit pada jam-jam sepi. 

Dengan peluncuran rute baru ini, Ganjar menyatakan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, transportasi massal turut digenjot bersamaan dengan jalan dan jembatan.

Double track di selatan sudah beres, kereta Purwokerto Semarang berhasil. Tahun depan bandara Purbalingga tahun depan jadi. Selanjutnya Ngloram di Blora, ditambah Ahmad Yani yang sudah jadi. Maka InsyaAllah legacy saya meninggalkan tiga bandara. Ini melengkapi Solo dan Cilacap. Masak lima bandara Jateng tidak maju ya kebangeten,” katanya. 

Teruntuk pengelola BRT, ia mengimbau mereka untuk tak mengabaikan standar kualitas kenyamanan penumpang. “Pastikan on time, busnya bersih, dan kita punya integritas. Nanti enam bulan kita evaluasi,” tegasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
BRT Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga Diresmikan