alexametrics

Telantarkan Pasien yang Hendak Melahirkan, Izin Praktik Bidan Dicabut

13 Juli 2020, 12:58:47 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, mencabut izin praktik seorang bidan yang terbukti menelantarkan seorang ibu yang hendak melahirkan. SF, Bidan Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Sampang, menelantarkan persalinan seorang ibu hamil hingga harus melahirkan di depan rumah bidan itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi seperti dilansir dari Antara di Sampang menjelaskan, pencabutan izin praktik SF hanya sementara. Yakni, tiga bulan dan setelah itu yang bersangkutan diperkenankan kembali membuka praktik.

”Pencabutan sementara izin praktik ini sebagai bentuk sanksi untuk memberikan efek jera. Keputusan memberi sanksi dengan mencabut izin praktik bidan SF ini, karena yang bersangkutan telah melanggar kode etik kebidanan,” kata Agus pada Senin (13/7).

Selain itu, sanksi pada bidan SF oleh Dinkes Sampang juga karena mempertimbangkan usul dari organisasi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang menyebutkan bahwa kasus penelantaran seorang ibu yang hendak melahirkan adalah salah satu bentuk pelanggaran serius dan melanggar kode etik kebidanan. Sesuai SK yang disampaikan Dinkes Sampang, Bidan Desa Ketapang berinisial SF yang 10 Juli hingga 10 Oktober.

Dengan kejadian itu, lanjut Agus, Dinkes meminta semua tenaga kesehatan harus tetap melayani masyarakat dalam kondisi apapun. Sebab, sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Sampang Rosidah menjelaskan, selain merekomendasikan sanksi pencabutan izin praktik sementara, IBI Sampang juga akan melakukan pembinaan khusus kepada yang bersangkutan. ”Kita sudah ke tempat praktik mandiri SF dan menurunkan plang praktiknya, pemberian sanksi ini termasuk kategori pelanggaran sedang karena menyangkut kode etik profesi kebidanan,” ucap Rosidah.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Aljannah, 25, warga Desa Ketapang Laok mengalami kontraksi dan melahirkan anak perempuan di depan pagar rumah bidan Sri Fuji alias SF tanpa penanganan medis. Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Sabtu (4/7).

Sebelum melahirkan, pihak keluarga Aljannah bersusah payah meminta bantuan bidan tersebut agar membukakan pintu saat mendatangi tempat praktik persalinan. Namun, hingga waktu 30 menit, bidan tak kunjung menemuinya. Alasannya, karena sedang sakit tak bisa menemui pasien. Seperti keterangan keluarga bidan itu yang menemui keluarga Aljannah di dalam pagar rumah. Tak beberapa lama Aljannah akhirnya melahirkan bayinya. Persalinan darurat tersebut dibantu sejumlah warga setempat.

”Tapi selang waktu 1 jam setelah anak saya lahir, bidan menemui istri menggunakan APD lengkap. Kurang tahu kenapa padahal tadi bilangnya sedang sakit,” ujar Zainuri, 29, suami Aljannah, kala itu.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads