Tusuk Korban Berkali-kali, Perampok Sadis Ditembak Polisi

13/07/2018, 20:19 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kedua tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan, terpaksa ditembak oleh petugas kepolisian. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perjalanan kejahatan Cahyo Kartikosasi alias Tonyor, 27, dan rekannya, Haris Setiawan, 20, harus berakhir. Duet perampok ini dilumpuhkan oleh anggota Satreskrim Polres Malang.

Tonyor berusaha melawan petugas ketika akan ditangkap di rumahnya, Madyorenggo, Talok, Turen, Kabupaten Malang. Polisi pun langsung menghadiahi timah panas. Peluru bersarang di kaki kirinya.

Sementara rekannya, Haris, tidak mengalami nasib seburuk Tonyor. Karena dia tidak melawan ketika ditangkap petugas di rumahnya, Polaman, Dampit.

Mereka harus berurusan dengan anggota Polres Malang, karena merampok sebuah rental Play Station di Jalan Rohman, desa Gedogkulon Turen, Selasa (10/7).

Bukan hanya merampok, keduanya juga melukai korbannya, Siti Cholipah, 53. Secara bertubi-tubi, dia menusuk korbannya dengan senjata tajam.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung SH SIK, saat press release, Jumat (13/7), menjelaskan, saat itu, keduanya mendatangi rental PS milik korban, Siti Cholipah, 53. Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Crypton untuk mendatangi lokasi rental PS.

Keduanya menyaru sebagai penyewa rental. Mereka bermain seperti pelanggan pada umumnya. Rupanya itu hanya cara untuk mencari celah suasana di rental tersebut.

Para tersangka melihat kondisi rumah. Ketika dipastikan sepi dan tidak ada orang lain lagi, Eksekutor, Tonyor langsung melancarkan aksinya.

Dia berpura-pura memesan mi instan kepada Siti Cholipah. Setelah memesan mi, Siti pun pergi ke dapur untuk memasak. Dia lalu mengikuti korban ke belakang.

"Rekannya, H, masih berada di depan. Perannya untuk mengawasi keadaan," imbuh Ujung.

Nada memaksa, Tonyor meminta uang serta perhiasan berupa cincin emas yang dikenakan korban. Namun, Siti menolak. Pelaku masih berupaya menyekap korban.

Tonyor tidak sabar, dia segera mengambil pisau dapur. Tanpa ba-bi-bu, langsung mengayunkannya ke arah korban dengan membabi buta.

Bahkan, bilah pisau hingga patah dan terpisah dari gagangnya. Bisa dibayangkan, kebrutalan Tonyor dalam menganiaya korbannya.

Sepertinya Toyor tidak puas dengan satu pisau, Tonyor mengambil dua pisau lainnya untuk melukai korban.

"Akibatnya, korban mengalami luka tusuk di bagian dahi, daun telinga, dagu bagian bawah, dada sebelah kanan serta siku," beber Ujung.

Dari tangan korban, kedua pelaku berhasil menggasak sejumlah perhiasan emas dan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Kedua tersangka, dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara maksimal," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi