Perampok Berhasil Bawa Savebox Berisi Surat Tanah dan BPKB Mobil

13/07/2018, 16:53 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Polisi mengevakuasi asisten rumah tangga dan anak pemilik rumah yang dirampok pada Kamis (12/7). ()
Share this image

JawaPos.com - Tim gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, masih menyelidi kasus perampokan rumah Emzahari, terdakwa kasus dugaan korupsi kredit fiktif BNI 46. Polisi masih memburu pelakunya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto mengatakan, pelaku diduga berjumlah tiga orang. Mereka berhasil membawa lari savebox atau brankas kecil yang berada di kamar utama rumah yang terletak di Jalan Rawamangun, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, tersebut.

"Pelaku berhasil membawa lari savebox. Isinya surat tanah dan BPKB mobil," ujar Kapolresta yang akrab disapa Santo, kepada wartawan di Pekanbaru, pada Jumat (13/7).

Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa sembilan orang saksi. Diantaranya, asisten rumah tangga yang sempat diikat oleh pelaku, anak pemilik rumah, petugas keamanan dan warga sekitar. "Kita juga akan mendalami CCTV di sekitar lokasi. Kita bekerja secara maksimal," tuturnya.

Dalam proses penyelidikan ini, polisi dibagi dalam dua tim. Tim pertama bertugas untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti. Sedangkan tim kedua melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kita ambil benang merah, ada yang kita curigai. Karena bagaimana bisa mereka masuk ke rumah meskipun pagarnya tertutup. Ada yang mengenal wilayah tersebut sehingga menjadi skala prioritas kita," jelasnya.

Sebelumnya, pelaku perampokan yang diduga membawa senjata tajam jenis parang masuk ke rumah mewah bertingkat dua tersebut pada Kamis (12/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dalam laporan yang dibuat ke polisi oleh SMZ, 18, saat itu asisten rumah tangganya bernama Mimin masuk ke dalam kamarnya secara tiba-tiba. Saat itu kondisi tangannya terikat dengan ikat pinggang dan jilbab.

Di dalam kamar SMZ, Mimin langsung mengunci pintu kamar. Dia menyuruh SMZ menghubungi polisi karena ada begal sebanyak tiga orang yang masuk ke rumahnya. "Pelapor menghubungi orang tua perempuannya yang sedang di Tembilahan juga keluarganya di Pekanbaru," ucap Santo.

Tak lama setelah menghubungi keluarganya, Mimin melihat ada pria yang merupakan keluarga SMZ yang datang. Tapi tidak masuk. Beberapa menit kemudian, polisi pun datang.

"Awalnya kami mendapat informasi ada satu orang masih di dalam. Kita lakukan penyisiran bersama Polda. Tapi sudah tidak ada," bebernya.

Polisi belum dapat memastikan berapa kerugian materil korban terkait hilangnya brankas tersebut. "Karena pemilik rumah masih berada di Tembilahan," tutupnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi