Polisi Segera Gelar Rekonstruksi Penembakan Petugas Dishub Makassar

13 Mei 2022, 21:08:46 WIB

JawaPos.com–Polrestabes Makassar di Sulawesi Selatan segera menggelar rekonstruksi kasus penembakan terhadap petugas Dinas Perhubungan Makassar, Najamuddin Sewang. Polisi telah menetapkan lima tersangka, di antaranya ada oknum anggota Polri.

”Untuk perkembangan, minggu depan ada rekonstruksi peristiwa penembakan,” ujar Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Budhi Haryanto seperti dilansir dari Antara, di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/5).

Rekonstruksi kejadian penting untuk memperjelas peristiwa pidana atau peristiwa hukum yang terjadi pada Minggu (3/4) usai Sewang pulang berdinas di Jalan Danau Tanjung Metro, Makassar.

Budhi Haryanto menuturkan, gelar rekonstruksi itu baru bisa dilaksanakan. Sebab, sebelumnya personel penyidik libur dan cuti Lebaran. Rencananya, rekonstruksi dihadiri kejaksaan negeri serta penyidik dari Polrestabes Makassar.

”Lokasi, nanti disesuaikan. Kalau rekonstruksi saat penembakan, tadi disebutkan untuk sementara di TKP. Kenapa dilakukan minggu depan, karena habis libur panjang Idul Fitri,” kata Budhi Haryanto.

Untuk rekonstruksi, kata dia, dilakukan harus bersama-sama penyidik serta berkas perkara sebab, peristiwanya lebih dulu. Sehingga, harus ada rekonstruksi guna dimasukkan dalam berkas pembuktian di pengadilan.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu MIA, S, AKM, A, dan SL, yang ditangkap di tempat berbeda pada pertengahan April lalu. Setelah beberapa pekan terungkap motif penembakan itu cinta segitiga antara Sewang, pelaku MIA (Muh Iqbal Asnan) dengan perempuan berinisial R (pegawai Dinas Perhubungan Makassar).

MIA diketahui menjabat kepala Satpol PP Makassar saat itu dan ditetapkan sebagai otak penembakan yang menewaskan korban. Sedangkan oknum polisi berinisial SL juga ditetapkan sebagai eksekutor penembakan, sementara lainnya ikut berperan membantu dalam kasus itu.

Tentang oknum polisi yang diduga terlibat, dia bilang, akan proses bahkan sanksinya bisa lebih berat. ”Tidak ada yang kita tutupi, kita tindak sesuai aturan yang ada,” ujar Budhi.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa uang Rp 85 juta di dalam tas hitam, dua unit motor, rekaman CCTV, senjata api beserta 53 peluru kaliber 38 mm dan kaliber 32 mm, tiga selongsong peluru airsoft gun serta satu proyektil peluru ditemukan di tubuh korban.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: