alexametrics

Banjir Tahunan Rendam Lima Desa

Petani Terancam Gagal Panen
13 Mei 2019, 05:10:39 WIB

JawaPos.com – Hujan yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur sejak beberapa hari ini, membuat Sungai Sajau di Kecamatan Tanjung Palas Timur meluap. Akibatnya, sebanyak 5 desa terendam banjir.

Mereka yakni Desa Tanjung Agung, Wonomulyo, Sajau, Sajau Pura dan Sajau Hilir. Pantauan Berau Post (Jawa Pos Group), kendaraan roda dua pun harus diangkut menggunakan perahu, karena ketinggian air cukup merendam badan jalan di Desa Wonomulyo.

Kepala Desa Wonomulyo Muhammad Abadi menerangkan, air mulai naik sekira pukul 02.00 dini hari, Minggu (12/5). Dia menyebut, di Wonomulyo sendiri ada 7 RT yang terkena dampak banjir, yakni RT 4, RT 5, RT 6, RT 7, RT 8, RT 10 dan RT 11.

“Yang mengungsi belum ada. Karena warga sudah terbiasa dengan banjir ini,” ujarnya dikutip dari Berau Post (Jawa Pos Group), Senin (13/5).

Wonomulyo dan desa lainnya memang kerap kebanjiran saat di wilayah hulu Bulungan diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Bahkan, sudah menjadi langganan setiap tahun. Menurut Abadi, ada kemungkinan air akan terus naik jika hujan masih mengguyur wilayah hulu sungai.

Namun, dia menyebut banjir yang melanda desanya tidak berlangsung lama. Banjir akan surut setelah 3 hari ke depan. Oleh karena itu, kata dia, warganya tidak heran lagi atas banjir tersebut.

“Pertama yang terkena dampaknya itu Desa Tanjung Agung, lalu ke Wonomulyo, mengarah ke Sajau Metun, Sajau Pura dan terakhir ke Desa Sajau Hilir,” sebutnya.

Dia mengatakan, setahun banjir tersebut bisa terjadi hingga tiga kali. Dampak yang paling dirasakan oleh warganya adalah gagal panen. “Di sini yang ditanam oleh warga Wonomulyo berupa sayuran dan buah-buahan. Sekali panen itu bisa berton-ton. Kalau saya lihat, warga akan gagal panen,” ujarnya.

Selama ini, dia mengaku campur tangan pemerintah belum pernah dirasakan masyarakat. Apalagi, untuk kerugian akibat gagal panen. Padahal, kata dia, aparat desa selalu melaporkan, namun tidak pernah ada tanggapan.

“Kami capek laporkan, karena setiap laporan tak ditanggapi dan tidak pernah diberikan bantuan,” ujarnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : jpg



Close Ads