alexametrics

Warga Malang Tidak Takut Teroris

13 Mei 2018, 20:05:00 WIB

JawaPos.com – Insiden pengeboman di sejumlah gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) pagi terus menimbulkan simpatik dari seluruh lapisan masyarakat di segala penjuru, tidak terkecuali Malang. Untuk memberikan dukungan dan melawan aksi teroris terus, sejumlah tindakan pun dilakukan.

Sehelai spanduk warna putih, terbentang di depan Mapolres Malang, Minggu (13/5) siang. Spanduk tersebut diperlukan untuk membubuhkan tanda tangan, tanda bentuk dukungan warga Malang dalam melawan teroris.

Satu per satu, pejalan kaki, pengguna jalan atau tamu di Polres Malang bergantian memberikan dukungannya dengan membubuhkan tanda tangan di sepanjang spanduk tersebut. Beragam tulisan tersaji di spanduk tersebut.

Teror Bom Surabaya
Grafis Teror Rumah Ibadah (dok. JawaPos.com)

Namun kebanyakan adalah dukungan kepada Polri, TNI dan elemen lain untuk melawan terorisme. Bukan hanya menggoreskan tinta, namun mereka juga memberikan bunga sebaga tanda berbela sungkawa.

Tanda tangan ini bukan hanya bentuk belasungkawa atas aksi teror bom di tiga gereja Surabaya. Namun juga bentuk duka cita yang mendalam atas meninggalnya enam anggota Brimob karena serangan teroris.

Salah satu pengguna jalan, Putri Andini, 23, warga Kabupaten Malang, menjelaskan, dia mendukung Polri melawan teroris. “Kami bersama Polri, kami tidak takut teror,” kata Putri, usai memberikan tanda tangan.

Hal senada juga disampaikan oleh Zainul Mahmudi, 41. Warga Kepanjen itu mengaku sedih atas apa yang terjadi. “Kami tidak takut teror,” katanya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni, menjelaskan, kegiatan ini adalah aksi masyarakat untuk turut berduka cita atas gugurnya enam anggota Polri dalam aksi terorisme.

“Sekaligus dengan kejadian bom di tiga Gereja di Surabaya pagi tadi. Kami bersama masyarakat, jangan takut,” katanya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (tik/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Warga Malang Tidak Takut Teroris