JawaPos Radar

Tingkatkan Penjagaan, Polda Kerahkan 6.990 Personel

13/05/2018, 16:43 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Teror Bom Surabaya
()
Share this

JawaPos.com - Peristiwa pengeboman gereja di Surabaya membuat seluruh pihak bereaksi, pengamanan di seluruh daerah pun diperketat, termasuk di Sumatera Selatan.

Hal ini terlihat dari penandatanganan petisi dukungan untuk pemberantasan aksi terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh unsur TNI, Polisi dan masyarakat Palembang di Jalan Kapten A Rivai, Minggu (13/5).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan pihak TNI untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Ia mengaku sebagai Polri, pihaknya tidak pernah gentar dan takut dalam memberantas terorisme di Indonesia.

Teror Bom Surabaya
KETAT: Sejumlah petugas tengah memperketat penjagaan di Gereja Santa Maria Palembang, Minggu (13/5). (Alwi Alim/JawaPos.com)

"Kami akan kerahkan 6.990 personel untuk menjaga keamanan dan meningkatkan penjagaan di Sumsel," tegasnya.

Tak hanya itu saja, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror terkait pemberantasan terorisme. "Tempat yang kami jaga yakni khususnya tempat ibadah di Sumsel," singkatnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo menambahkan, saat ini semua penjagaan dan pengamanan ditingkatkan khususnya di rumah ibadah seperti gereja. "Kami juga mengaktifkan CCTV di beberapa tempat yang strategis," katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai berita yang tidak jelas kebenarannya dan ia juga meminta untuk tidak menyebarkan foto dari lokasi pemboman. "Tujuan teroris itu untuk menebar teror, jadi tahan diri untuk tidak menyebarkan foto tersebut," harapnya.

Di tempat yang sama, Pangdam II Kodam Sriwijaya, AM Putranto menerangkan pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya akan melakukan patroli di segala tempat terutama di tempat ibadah untuk memastikan kondisi aman.

"Soal terorisme bukan hanya tugas polisi tapi tugas kita bersama. Jadi harus bekerjasama untuk mencegah dan mengantisipasinya," kata Pangdam.

Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda adanya aksi terorisme di lingkungan rumahnya. "Kami harap masyarakat juga waspada. Dan jika ada mencurigakan segera lapor ke pihak berwajib," tutupnya.

Berdasarkan pantauan, beberapa rumah ibadah seperti gereja di Sumsel melakukan pengamanan lebih ketat. Bahkan, jika ada orang yang mencurigakan mencoba masuk akan langsung diamankan. Hal ini dilakukan pasca kejadian ledakan bom di Surabaya, Jatim.

(lim/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 13/05/2018, 16:43 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 13/05/2018, 16:43 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up