JawaPos Radar

Sekjen PBNU: Aksi Teror Surabaya Bagian dari Gerakan Transnasional

13/05/2018, 15:04 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Sekjen PBNU: Aksi Teror Surabaya Bagian dari Gerakan Transnasional
()
Share this

JawaPos.com - Aksi teror bom di tiga gereja di Surabaya menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Salah satunya dari Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faishal Zaini.

Dia menyebutkan, aksi terorisme beruntun selama sepekan terakhir terjadi di Jakarta dan Surabaya merupakan bagian dari gerakan radikal terorisme transnasional.

Aksi terorisme di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dan di sejumlah gereja di Surabaya merupakan gerakan terpola dan tersistem untuk menciptakan ketakutan di masyarakat.

Sekjen PBNU: Aksi Teror Surabaya Bagian dari Gerakan Transnasional
Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini menyatakan mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi di Jakarta dan Surabaya saat menggelar konferensi pers di kantor PCNU Kota Cirebon, Minggu (13/5). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Dia mensinyalir, tujuan dari aksi penyerangan kepada anggota Polri dan jemaat kristiani di Surabaya adalah ingin menjadikan Indonesia sebagai basis baru kekuasaan mereka. Seperti di Irak dan Syiria.

PBNU mengingatkan kepada seluruh warga negara Indonesia bersama-sama membantu aparatur kepolisian untuk melaporkan jika ada gerak-gerik mencurigakan mengarah ke tindakan teror.

"Tindakan terorisme yang terjadi di Jakarta dan di Surabaya ini sangat terpola dan tersistem, negara tidak boleh kalah. Aksi terorisme ini bagian dari gerakan transnasional. Kita semua harus bersama-sama dan bersatu padu melawan aksi terorisme," ujarnya saat memberikan keterangan pers di kantor PCNU Kota Cirebon, Minggu (13/5).

Helmy menjelaskan, gerakan terorisme transnasional sedang mencari basis baru kekuasaannya. Indonesia berkali-kali menjadi incaran jaringan teroris internasional sebagai basis kekuasaan seperti di Irak dan Syiria.

Akan tetapi, kata Helmy, rencana dari kelompok terorisme itu tidak pernah berhasil menguasai Indonesia. Menurutnya, sel-sel jaringan terorisme hingga hari ini belum punah dan masih hidup.

PBNU dan seluruh warga negara Indonesia sangat berharap kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk terus mengatasi terorisme sampai ke akar-akarnya.

"PBNU mengutuk keras aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. Kami menyampaikan duka sedalam-dalamnya bagi korban anggota polri di Mako Brimob, maupun korban unsur masyarakat di Surabaya," ujarnya.

Helmy pun mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama mewaspadai gerakan kelompok terorisme di sekitar masyarakat. Menurutnya tugas melawan tindak kejahatan terorisme itu bukan hanya tugas aparatur negara. Melainkan seluruh warga negara Indonesia.

"Kami menyerukan kepada intelejen negara untuk tetap semangat bertugas mengungkap kasus terorisme yang meresahkan bangsa dan negara," katanya.

(wiw/JPC)

Alur Cerita Berita

Sejumlah Warga Dievakuasi ke Blok D 13/05/2018, 15:04 WIB
Warga Malang Tidak Takut Teroris 13/05/2018, 15:04 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up