alexametrics
Bom Surabaya

Objek Vital Diperketat, Ratusan Personel Disiagakan

13 Mei 2018, 17:13:26 WIB

JawaPos.com – Pasca teror bom di beberapa gereja yang terjadi di Surabaya, ulama dan TNI di Kabupaten Malang, mengutuk aksi terorisme ini, Minggu (13/5). 

Kodim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu membantu pihak kepolisian mengamankan wilayahnya. Seluruh prajurit dikerahkan untuk mengamankan objek-objek vital serta tempat beribadatan.

Dandim 0818, Letkol Inf Ferry Muzawwad, menjelaskan, mereka menurunkan sekitar 700 personel. “Kami seluruhnya, maksimal. Para personel untuk back up rekan dari kepolisian,” kata Ferry, Minggu (13/5). 

Pengamanan di objek vital ini, lanjut dia, terus dilakukan. Bukan hanya seperti saat ini, namun juga antisipasi sebelum kejadian. Ferry menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan kepolisian. Dalam Polres Malang dan Polres Batu, untuk melakukan pemantauan-pemantauan agar peristiwa yang terjadi di Surabaya tidak sampai terjadi di wilayahnya.

Kodim 0818, lanjut Ferry, sudah melakukan pemantauan dan patroli ke sejumlah objek vital. Pasalnya, pihaknya tidak ingin kejadian yang terjadi di Surabaya menimpa Malang dan Batu.

Bahkan, dia meyakini, selalu ada potensi terjadinya aksi teror. “Tapi dengan kami perketat keamanan secara bersama-sama pasti bisa memperkecil dan menghilangkan itu semua,” sambungnya.

Lebih lanjut, untuk pemetaan-pemetaan wilayah rawan sendiri di Kabupaten Malang dan Kota Batu sudah dilakukan oleh Kodim 0818. “Tentunya ada pemetaan, hal-hal yang perlu diwaspadai, dan selalu tidak lepas dari kolaborasi dengan pihak kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, KH Fahrur Rozi, dengan tegas mengecam dan mengutuk aksi teror yang mengatas namakan agama.

Dia menegaskan, agama Islam tidak seperti itu, yang menyebar aksi teror dan membunuh. Islam itu merupakan rahmatan lil alamin. “Ajaran kekerasan seperti itu tidak ada di agama Islam. Jangan salah menafsirkan jihad, jihad bukan seperti itu,” tegas pria yang akrab disapa Gus Fahrur tersebut.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (tik/JPC)



Close Ads
Objek Vital Diperketat, Ratusan Personel Disiagakan