JawaPos Radar

Demi Nyawa Anak, Ibu Muda Tewas Saat Tabrakan Maut

13/05/2018, 11:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Demi Nyawa Anak, Ibu Muda Tewas Saat Tabrakan Maut
David Ruswantoro, 29, mendekap Davi Alrisqullah, 4, putra sulungnya di UGD RSUD Kertosono saat berbicara dengan Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta. (Rekian/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Dekapan erat Feri Indriyasih itu akhirnya menyelamatkan sang anak, Divan Alvarobastian, dari maut. Tapi, tidak dengan dia sendiri. Perempuan 26 tahun tersebut tewas di lokasi karena benturan keras di kepala.

Itu terjadi setelah bus Mira yang dinaikinya bertabrakan dengan bus pariwisata Agam Tunggal Jaya di tikungan Dusun Klinter, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

"Begitu tabrakan terjadi, istriku langsung mendekap anak (kami) yang paling kecil," kata David Ruswantoro, suami Feri, kepada Jawa Pos Radar Nganjuk di RSUD Kertosono.

kecelakaan maut,
Bus Agam Tunggal Jaya yang sedianya kembali ke Jogjakarta setelah berwisata ke Bali kemarin harus terhenti di Nganjuk. (Rekian/Jawa Pos)

Ibu dua anak itu menjadi satu di antara tiga penumpang korban tewas dalam insiden yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB tersebut. Seluruhnya penumpang Mira. Mereka adalah Nurhadi, 52, asal Pace, Nganjuk; Feri, asal Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Kota Nganjuk; dan Suwarno, 37, asal Loceret, Nganjuk.

Selain tiga penumpang itu, ada lima penumpang lain yang mengalami luka ringan. Termasuk David; Davi Alrisqullah, 4 (anak sulung David dan Feri yang saat kejadian dipangku sang bapak); dan Divan, 2.

Menurut keterangan beberapa saksi, bus Mira yang disopiri Rizki Budi Wicaksono melaju dari arah Jogjakarta dan mengakut 19 penumpang itu melaju dengan kecepatan tinggi. Pada saat yang sama, dari arah Surabaya menuju Jogjakarta melaju bus pariwisata Agam Tunggal Jaya dengan kecepatan tinggi. Posisi bodi bus Mira yang terlalu ke kanan membuat kecelakaan tak terhindarkan. Braaaak!

Bus Agam Tunggal Jaya langsung terguling ke selatan setelah menabrak pohon. "Benturannya sangat keras. Kami langsung berteriak dan berdoa," kata Dionisius Takandare, 22, penumpang bus Agam Tunggal Jaya.

Bus itu mengangkut total 38 mahasiswa dan dosen Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta. Setelah dicek, lima penumpangnya mengalami luka ringan.

Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta mengatakan, kecelakaan maut itu terjadi karena bus Mira yang hendak menyalip lalai. Tidak memperhatikan arus lalu lintas yang ramai.

"Bus pariwisata (Agam Tunggal Jaya, Red) itu terperosok dan terguling karena berusaha menghindari bus Mira yang mengambil jalan berlawanan arah (terlalu ke kanan, Red)," kata Dewa. 

(rq/ut/c10/ttg)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up