alexametrics
Polisi Terima Laporan Resmi

Diduga Di-skimming, Uang 11 Nasabah BCA Raib Rp 64 Juta

13 April 2019, 05:31:03 WIB

JawaPos.com – Penyidik Satreskrim Polres Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) akhirnya menerima laporan polisi (LP) secara resmi dari Bank Central Asia (BCA) Cabang Tarakan pada Kamis (11/4), terkait adanya nasabah yang kehilangan uang di dalam rekening. Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf menjelaskan, BCA baru melaporkan adanya sebelas nasabah yang menjadi korban.

“Jadi, pihak BCA membuat investigasi sendiri juga dari internal mereka, dan dugaan sementara ada perbuatan pidana dengan cara skimming,” katanya dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Sabtu (13/4).

Dalam laporannya juga, BCA melaporkan dari sebelas nasabah yang kehilangan uang di dalam rekeningnya, semuanya berjumlah Rp 64 juta. Untuk itu, penyidik Satreskrim akan melakukan koordinasi dengan pihak bank untuk memberikan bukti-bukti catatan transaksi dari rekening para korban.

Dalam perkara ini juga penyidik Satreskrim Polres Tarakan sementara akan dibantu oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kaltara. “Sementara kami melakukan pendalaman penyelidikan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Terkait apakah masih banyak korban yang belum melaporkan, pihaknya juga belum bisa memastikan lantaran data korban ada pada pihak bank. Pihaknya juga masih menunggu data resmi dari Bank BCA Cabang Tarakan terkait dengan jumlah korban, apakah masih bisa bertambah.

“Proses verifikasi dari mereka (Bank BCA) masih berlangsung, karena prosedur di mereka itu 10 hari dilakukan investigasi internal. Namun kemarin sudah ada beberapa uang nasabah yang dikembalikan,” imbuhnya.

Pria berpangkat balok tiga itu menambahkan, meskipun BCA yang membuat laporan ke polisi, namun tidak menutup kemungkinan para nasabah yang merasa korban juga bisa membuat laporan sendiri ke polisi. “Karena ini masih diselidiki masih daerah Tarakan atau di luar Tarakan. Sementara baru pihak BCA yang melaporkan karena dia sebagai pihak bank yang diberikan kewenangan dalam mengelola transaksi keuangan jasa,” jelasnya.

Meski sudah menerima laporan, Polres belum melakukan pemeriksaan terhadap korban. “Dari kami belum terima laporan dari masyarakat dan kami juga menunggu lagi data dari pihak bank,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah nasabah pada Selasa (9/4) kehilangan uang di rekening mereka. Muhammad Ali, 32, salah seorang nasabah mengaku kaget melihat uang di rekeningnya berkurang.

Ia menceritakan, awalnya ia bermaksud mentransfer uang melalui ATM. Setelah mencoba mentransfer justru gagal karena tidak memiliki cukup saldo. Setelah melakukan cek saldo dan aktivitas pengiriman, ia terkejut ternyata mengetahui uangnya senilai Rp 20 juta raib. Laporannya ditransfer ke luar negeri.

Saat ia mengonfirmasi pihak bank yang berkantor di Jalan Yos Sudarso, terdapat nasabah lain yang melapor atas kejadian yang sama. Ali akhirnya dikonfirmasi pihak bank jika dana di rekeningnya telah kembali pada Rabu (10/4).

M. Nurdin, 50, korban lainnya menerangkan, dirinya juga kehilangan uang belasan juta. Ahli informasi teknologi Endyk Noviyantono menilai, bank saat ini seharusnya sudah memiliki sistem pengamanan yang ketat.

Kemudian setiap bank juga memiliki database yang sangat tertutup. Sehingga setiap penarikan yang dilakukan oleh para nasabah dipastikan akan terekam.

Ia pun menilai saat ini sistem keamanan yang dimiliki bank sudah cukup kuat. ATM misalnya, sangat sulit untuk diretas.

Namun paling rawan bagi nasabah yang menggunakan e-Banking, kendati dilengkapi keamanan khusus. Dosen di STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati itu meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan ATM dan e-Banking.

Editor : Estu Suryowati

Copy Editor : Fersita Felicia Facette



Close Ads