alexametrics

Polmark Indonesia Sebut PAN Bisa Jadi Juventus Saat di Liga Champion

13 Maret 2019, 21:16:51 WIB

JawaPos.com – Lembaga survei PolMark Indonesia menyebut elektabilitas PAN berdasar survei di 73 dapil mencapai 5,9 persen. Partai berlambang matahari putih itu pun diminta tak lekas berkecil hati karena masih ada waktu untuk mencipta ‘comeback‘.

“Hasil survei 73 dapil ini sangat berguna untuk menggambarkan kenyataan politik Indonesia berdasar detail kenyataan-kenyataan politik lokal,” kata CEO PolMark Indonesia, Eep Syaifulloh Fatah dari PolMark Indonesia, dihadapan kader PAN pada forum Pikiran, Akal, dan Nalar di Hotel Grand Arkenso, Kota Semarang, Rabu (13/3).

Berdasarkan survei lembaganya, dari ke-16 parpol yang berkontestasi, PAN berada di posisi ke-6 atau setingkat di bawah Partai Demokrat yang meraih angka 6,9 persen. Dan satu peringkat di atas NasDem, yang mengantongi 5,6 persen.

Sebagai partai yang berpengalaman, Eep berujar supaya PAN tak lekas patah arang. Terlebih, partai bikinan Amin Rais cs itu dianggap memiliki caleg dan kader yang mumpuni. “Orang-orang yang berpengalaman berpolitik dengan mengunakan pikiran, akal, dan nalar, untuk memenangkan Pemilu 2019,” tegasnya.

Di momen yang tinggal hitungan beberapa hari saja sebelum masa coblosan, PAN, masih bisa bangkit. Analogi Eep, PAN berpeluang menjadi Juventus yang menjamu Atletico Madrid saat laga lanjutan 16 besar Liga Champion, Rabu (13/3) malam.

Sebelum pertandingan malam itu, Juventus diketahui ketinggalan secara agregat 2-0. Namun, di leg ke-2, anak asuh Massimiliano Allegri balik membantai dan menang 3-0 berkat hat-trick Christiano Ronaldo atau CR7.

“Apa yang mau saya katakan, klub yang menang di awal belum tentu menang di akhir. Tetapi membalikan keadaan diperlukan orang seperti CR7, artinya modal survei, pidato, dan semangat tidak akan pernah cukup memenangkan kontestasi,” imbuhnya.

Sosok seperti CR7 inilah yang PAN butuhkan. Figur yang mampu bekerja ekstra, seperti datang ke latihan lebih awal, pulang terakhir. Menendang bola ke gawang ratusan kali sekali latihan. Lalu, masih menghabiskan waktu sekitar sejam di gym. Terpenting, semua itu bukan untuk pamer tapi karena kebutuhannya.

“Itulah Ronaldo, mampu membalikan logika setiap orang, caleg PAN harus berani menunjukan ini orang paling benar untuk dipilih. Ketika orang malas datang, dia keliling. Orang yang tidak pernah merasa menang sampai peluit akhir dibunyikan wasit. Ronaldo yang tak pernah puas, bukan karena berpuas diri, tapi karena ada banyak kelemahannya,” terangnya.

Sekali lagi, ia menegaskan bahwa elektabilitas tinggi di awal masa kampanye bisa saja berbalik pada waktu coblosan nanti. Intinya, epic comeback saat Juventus kontra Atletico Madrid juga bisa terjadi di dunia politik.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Polmark Indonesia Sebut PAN Bisa Jadi Juventus Saat di Liga Champion