alexametrics

Pembunuh Driver Ojol Ini Ternyata Punya Dua Istri, Salah Satunya PL

13 Maret 2019, 15:42:10 WIB

JawaPos.com – Polres Tegal berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang ojek online (ojol). Dialah Maskah, 37. Tersangka ini membunuh Eko Prasetio yang berprofesi sebagai driver ojol. Keduanya sempat berduel sebelum korban akhirnya meregang nyawa.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Bambang Purnomo mengungkapkan, tersangka awalnya mendatangi korban yang sedang mangkal di halte depan Pasific Mall, Kota Tegal, Rabu (6/3) malam. Kepada korban, tersangka berpura-pura minta diantarkan ke daerah Warureja Kabupaten Tegal.

“Tersangka pura-pura membutuhkan ojek tapi mengaku tidak punya aplikasi ojek online. Sehingga korban sepakat mengantar tersangka tidak menggunakan aplikasi (offline),” kata Bambang sebagaimana diberitakan Radartegal.com (Jawa Pos Group), Rabu (13/3).

pembunuhan ojek online, pembunuhan ojol, driver ojol dibunuh
Polres Tegal saat merilis kasus pembunuhan seorang ojek online (ojol) di wilayahnya. (Radartegal.com/JPG)

Sesampainya di tempat kejadian di Desa Sigentong Kecamatan Warureja, tepatnya di pinggir sawah yang kondisinya gelap, sepi, dan sedang diguyur hujan sekira pukul 20.00 WIB, tersangka sempat berpura-pura hendak bertemu seorang temannya. Tersangka kemudian melancarkan aksinya dengan mengeluarkan pisau yang sudah dipersiapkan. Pisau itu sengaja dibawa tersangka dari gudang tempatnya bekerja.

“Pisau itu digunakan tersangka untuk melukai korban. Korban sempat melawan sehingga terjadi perkelahian. Dari hasil otopsi, ada luka karena benda tajam di wajah dan tangan korban. Saat melawan itu korban juga sempat memegang pisau sehingga pisaunya patah,” ungkap Bambang.

Lantaran tersangka memiliki tenaga lebih kuat, korban akhirnya tak berdaya lalu tewas di lokasi kejadian. Korban tewas setelah kepalanya dibenamkan tersangka ke lumpur di pinggir sawah.

“Korban meninggal karena kehabisan napas saat kepalanya ditekan-tekan ke lumpur. Dari hasil otopsi, ada lumpur yang masuk ke dada dan lambung korban,” terang Bambang.

Setelah korban tewas, tersangka kemudian meninggalkan lokasi dengan membawa sepeda motor dan HP korban‎. Dengan sepeda motor korban, tersangka pergi menjemput istri sirinya di salah satu warung di Kecamatan Warureja, tempatnya bekerja sebagai pemandu lagu (PL), lalu pulang ke tempat kosnya.

“Helm yang dikenakan tersangka saat membonceng korban dibuang sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Kalau pisaunya ditinggalkan di lokasi kejadian,” ungkap Bambang.

Motif tersangka diduga lantaran urusan ekonomi. Bambang menyebut bahwa tersangka rupanya memiliki dua istri dan tiga anak. Salah satu istrinya itu yang berprofesi sebagai PL di sebuah warung di Kecamatan Warureja. “Pengakuan tersangka yang sehari-hari di toko ban hanya digaji Rp 45 ribu sehari. Dia membutuhkan banyak uang karena memiliki dua istri,” ujar Bambang.

Akibat perbuatan yang sudah direncanakan itu, lanjut Bambang, tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni pasal 339 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Tersangka sudah mempersiapkan pisau untuk melakukan perbuatan pidana walaupun pengakuan awalnya pisau itu mau digunakan untuk memotong ikan. Setelah kita cek alibinya, pisau itu memang sudah dipersiapkan tersangka,” tandas Bambang.

Sementara itu, tersangka mengaku awalnya mengeluarkan pisau hanya untuk mengancam korban agar pergi meninggalkan sepeda motornya. “Sempat turun dari motor dulu, sempat ngobrol. Saya alasan nunggu teman saya. (Padahal) nunggu sepi. Terus saya suruh korban pergi, saya ambil motornya, tapi korban melawan. Akhirnya pukul-pukulan, baku hantam, guling-guling sampai sawah,” ujarnya.

Editor : Fadhil Al Birra

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Close Ads
Pembunuh Driver Ojol Ini Ternyata Punya Dua Istri, Salah Satunya PL