alexametrics
Bom di Sibolga

Pelaku Peledakan Bom Ternyata Tukang Reparasi Listrik

13 Maret 2019, 15:20:27 WIB

JawaPos.com – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menangkap tiga orang yang diduga terkait jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) dan berafiliasi dengan ISIS. Satu diantaranya sempat meledakkan bom saat akan diringkus.

Pelaku peledakan berinisial HUS alias AH alias Uppang. Dia dan istrinya tinggal di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Tak banyak yang mengetahui detil kehidupan AH. Bahkan banyak warga yang tak mengetahui nama istri hingga jumlah anaknya.

Lurah Pancuran Bambu Wahyu Aulia Siregar yang dikonfirmasi juga tak menjelaskan detil. Dia tidak mengetahui detil warganya yang terpapar paham radikal. “Keluarganya memang di sini. Kalau istrinya enggak tahu,” ujarnya, Rabu (13/3).

Kata dia, sejak menikah AH tidak pernah melapor ke pihak kelurahan. Keluarga AH juga dikenal sangat tertutup. “Pekerjaan sehari-hari (AH) ahli listrik. Reparasi listrik dari kerumah,” ujarnya.

Ditanyai soal sang istri, Wahyu juga tak mengetahuinya. Ia hanya mengatakan, sepertinya istri AH hanyalah seorang ibu rumah tangga. Karena anak-anak terduga pelaku masih kecil.

AH ditangkap bersama dua orang yang juga dianggap masuk dalam satu jaringan. AK dan HA (Perempuan) ditangkap di sebuah rumah. Tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Jalan Gambolo, Kelurahan Pancuran Kerambil, Kecamatan Sibolga Sambas.

Seluruh terduga pelaku sudah diamankan polisi. Sedangkan istri AH sempat menyandera anak-anaknya dan menolak negosiasi dengan petugas. Mereka akhirnya meledakkan diri. Dia dipastikan tewas bersama anaknya. Tubuhnya hancur terpisah-pisah akibat bom rakitan dari Potasium, paku, mur dan baut yang dibungkus dalam pipa.

Petugas juga menggerebek rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan. Rumah itu milik marga Simanjuntak. Ditempat ini diamankan sejumlah bahan peledak.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutahuruk memberikan komentar terkait peristiwa itu. Ia mengutuk aksi peledakan yang terjadi. “Sangat disayangkan. Perilaku yang tidak terpuji,” kata Syarfi.

Selama ini, Sibolga dikenal sebagai kota yang sangat plural. Konflik antar kelompok, sangat jarang terjadi. “Selama ini masyarakat di Kota Sibolga masih bisa tetap akur, damai dan tertib. Tapi kenapa segampang itu dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo



Close Ads
Pelaku Peledakan Bom Ternyata Tukang Reparasi Listrik