alexametrics

Bom di Sibolga, FKUB: Masyarakat Harus Tetap Rukun dan Damai

13 Maret 2019, 19:39:23 WIB

JawaPos.com – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berharap, masyarakat mempercayakan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ledakan bom di Kota Sibolga, Selasa (12/3). Masyarakat juga diminta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama pascakejadian itu.

Ketua FKUB Sumatera Utara (Sumut) Ustad Maratua Simanjuntak meminta, penyelidikan kasus itu dilakukan sebaik mungkin. Apalagi sudah 20 tahun polisi menjejaki kasus terorisme dengan jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) yang disebut terlibat di Sibolga.

“Harapan kita bersama kasus ini bisa cepat tuntas. Kita doakan kepolisian untuk bertindak sebaik mungkin sesuai dengan hukum yang berlaku.” ujar Maratua, Rabu (13/3) petang.

Dia juga meminta kasus-kasus terorisme di Indonesia menjadi pelajaran penting. Setidaknya bisa menjaga, keluarga supaya tidak terpapar paham-paham yang menyesatkan.

“Kalau mulai melihat keanehan dalam pengamalan agama di keluarga, teman atau pun yang lainnya harus cepat disadarkan. Agar kembali ke jalan yang benar. Masyarakat harus tetap menjaga kerukunan dalam beragama,” tegasnya.

Paham radikal, kata Maratua, biasanya tidak sesuai dengan amalan agama manapun. Paham radikal salah dalam memaknai arti jihad.

“Gejala itu bisa terlihat. Apakah anak, atau remaja, dan dewasa hingga sudah berkeluarga. Bisa terlihat dari ucapan, tindakan dan komunitasnya. Jadi memang harus waspada,” pungkasnya.

Sementara itu, Martin Manurung Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing dengan tindakan radikal yang dapat memecah persatuan bangsa.

“Polisi sedang bekerja. Mari kita tetap saling menjaga. Meningkatkan rasa kepedulian. Meningkatkan rasa kepedulian. Ini merupakan tugas kita bersama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau, pengguna media sosial diminta untuk bijak dalam setiap penyebaran berita. Tidak langsung mengkaitkannya dengan rencana kehadiran Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal dalam waktu dekat.

“Mari kita bangun kepercayaan diri masyarakat dengan membagikan tautan-tautan penyemangat. Mari kita tolak paham-paham radikal dan mempertahankan Sibolga yang sejak dulu dikenal sebagai kota berbilang kaum,” ajaknya.

Seperti diketahui, Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap AH di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utaran, kemarin, sekira pukul 14.23 WIB.

Ketika Densus ingin lakukan penggeledahan, sekitar pukul 14.50 WIB, sebuah bom meledak. Seorang petugas dikabarkan terluka.

Dini hari, ledakan kembali terjadi di dalam rumah AH. Ledakan tersebut merupakan aksi bunuh diri yang dilakukan istrinya bersama dua anaknya.

Totalnya ada tiga tersangka yang diamankan dari Sibolga. Selain AH Densus menangkap Hus alias AH alias Uppang; AK alias Ameng dan H (perempuan).

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Bom di Sibolga, FKUB: Masyarakat Harus Tetap Rukun dan Damai