JawaPos Radar

Konflik SMPN 4 Kepanjen, Kadisdik Kukuhkan Komite Baru

13/03/2018, 23:42 WIB | Editor: Budi Warsito
Konflik SMPN 4 Kepanjen, Kadisdik Kukuhkan Komite Baru
Kadisdik Kabupaten Malang M Hidayat mengukuhkan komite baru bentukan Suburiyanto, Selasa (13/3). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Konflik internal di tubuh SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), semakin meruncing. Pasalnya, Kepala Dinas Pendidikan Muhamad Hidayat mengakui pembentukan komite sekolah versi Suburiyanto.

Komite sekolah versi Subur ini diketauai oleh Hj Nurul Qomariyah. Komite baru ini dilantik di SMPN 4 Kepanjen, Selasa (13/3).

"Saya sepanjang ada pernyataan dari kasek bahwa itu dilakukan dengan prosedur yang benar sesuai dengan Permendikbud No 75 Tahun 2016, saya nyatakan itu secara legal formal dan sah," tegas Dayat, di SMPN 4 Kepanjen, Selasa (13/3).

Hal ini tentu saja bertentangan dengan pernyataan dari Bupati Malang Rendra Kresna. Dimana Rendra mengatakan, pada permasalahan komite Kasek dilarang untuk ikut campur.

Namun, Dayat mengatakan alasan dasarnya merestui pembentukan komite yang baru adalah pernyataan dari Suburiyanto. "Kalau saya, yang penting ada pernyataan dari Kasek bahwa itu sudah dilakukan proses musyawarah sebelumnya dan diperkuat tanda tangan," tegas dia.

Dia menegaskan, apabibla komite sekolah versi Sugianto Basuki tidak terima dengan pengukuhan komite baru ini, bisa menempuh jalur hukum. "Jika seadainya yang lama tidak terima, silahkan ada prosedur yang benar. Misalnya dianggap ada hal pidana silahkan lapor polisi. Silahkan," tegas dia.

Dayat menganggap, tindakannya ini merupakan bentuk penyelesaian dari konflik internal di tubuh SMPN 4 Kepanjen.

Walaupun sebelumnya Komisi II DPRD menganggap sah komite sekolah versi Sugianto dan mendesak agar Suburiyanto dicopot jabatan sebagai Kepala SMPN 4 Kepanjen.

"Hal ini saya anggap sebagai penyelesaian," tegas dia.

Tetapi, sikap Dayat ini disayangkan oleh anggota Komisi II DPRD Budi Kritiyanto. Menurutnya, tidak seharusnya Dayat melakukan hal itu, yakni memberikan restu komite baru.

Karena, sesuai dengan rekomendasi mereka seharusnya masalah ini kan diselesaikan secara musyawarah dengan menghadirkan semua pihak untuk duduk bersama. "Harusnya musyawarah dulu, tidak langsung seperti ini," tegas dia.

Diberitakan JawaPos.com sebelumnya, terjadi konflik di SMPN 4 Malang karena kepala sekolah Suburiyanto memberhentikan sepihak komite sekolah Sugiyanto Basuki dan rekan-rekannya.

Akibatnya, Sugiyanto harus lapor ke DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Malang Rendra Kresna agar mencopot jabatan Suburiyanto.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up