JawaPos Radar

Enam Museum di Malang Masih Berstatus Rintisan

13/03/2018, 04:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Koleksi Museum
MENIKMATI MUSEUM: Pengunjung museum tengah menikmati koleksi Museum Mpu Purwa yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 210 Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Malang harus bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan wisata heritage atau sejarah di Kota Malang. Pasalnya, dari delapan museum yang ada saat ini, baru dua museum yang telah memenuhi kriteria Peraturan Menteri (Permen) No 66 tahun 2016 tentang permuseuman. Sedangkan enam lainnya masih berstatus rintisan.

Delapan museum yang ada saat ini yakni Museum Mpu Purwa, Museum Brawijaya, Museum Bentoel, Museum Musik Indonesia (MMI), Museum Pendidikan, Museum UM, Museum Indonesian Old Cinema, dan Museum Reenactor Malang. Sementara dua museum yang sudah memenuhi Permen No 66 yakni Museum Mpu Purwa dan Museum Brawijaya.

"Enam museum sisanya masih terkategori rintisan, karena belum sesuai dengan PP 66 tahun 2016 tentang Museum," jelas Kepala Seksi Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Bhuwana, Senin (12/3).

Koleksi Museum
Dari 8 museum yang ada di Kota Malang, baru dua yang memenuhi kriteria (Fisca Tanjung/JawaPos.com)

Dalam aturan tersebut, lanjut Agung, terdapat enam syarat yang musti dipenuhi dalam pendirian museum. Yakni memiliki visi dan misi, koleksi, lokasi atau bangunan, sumber daya manusia, sumber pendanaan tetap, dan mempunyai nama museum. "Jadi museum harus punya koleksi ikonik, manajemen, gedung yang representatif, sumber dana, hingga soal riset harus ada," terangnya. 

Selain itu, syarat lain jika pendirian museum atas inisiasi masyarakat maka harus berbadan hukum yayasan. "Pemenuhan syarat-syarat inilah yang masih sama-sama diperjuangkan oleh pengelola museum-museum rintisan di Kota Malang," ujarnya. 

Agung mencontohkan, Museum Mpu Purwa yang di bawah pengelolaan Disbudpar Kota Malang sebenarnya sudah memenuhi sebagian besar indikator yang disyaratkan. "Hanya saja masih belum secara resmi karena belum diserahterimakan dari pemerintah pusat," paparnya. 

Agung menerangkan, keenam museum rintisan tersebut ada beberapa hal yang perlu dipenuhi. Antara lain harus ada edukator, kurator museum, serta harus miliki anggaran dana cukup. "Disamping punga koleksi jelas, harus ada manajemen dan bussines plan. Dengan begitu, museum jelas," kata dia.

Keberadaan museum rintisan itu, lanjut Agung, sebenarnya memperkuat pesona wisata sejarah dan budaya di Kota Malang. Selain itu, juga mempermudah riset serta pengembangan ilmu pendidikan, budaya dan heritage

Meski banyak syarat, lanjut Agung, pihaknya terus memotivasi masyarakat untuk semakin banyak mengajukan museum rintisan. "Museum-museum yang baru, didaftarkan ke disbudpar lalu datanya kami teruskan ke Direktorat Cagar Budaya untuk dinilai. Nanti tinggal menunggu jadwal verifikasi dari pusat," pungkasnya.

Sementara itu, untuk museum yang sudah memenuhi kriteria Permen No 66 tahun 2016, seperti Museum Mpu Purwa, Agung menjelaskan jika museum tersebut saat ini sudah di modernisasi. Bahkan, tampilannya pun dibuat semenarik mungkin, yakni dengan memainkan lighting sebagai penerangan.

"Disini coba mainkan warna, tata cahaya. Sehingga tidak ada kesan suram, tetapi lebih cerah," jelasnya. Hal itu semata untuk menarik lebih banyak pengunjung ke museum, terutama anak-anak sekolah

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up