alexametrics

Rest Area Tol Trans-Jawa di Banyuwangi Menghadap Selat Bali

13 Februari 2020, 14:48:30 WIB

JawaPos.com – Sebagai lokasi terakhir ruas jalan tol trans-Jawa di ujung timur, Banyuwangi bakal menjadi lokasi yang sangat strategis.

Karena itu, sejumlah rencana sudah disiapkan agar tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) yang menjadi ruas terakhir trans-Jawa sisi timur tersebut di-setting seapik mungkin. Salah satu yang sudah disiapkan adalah desain rest area di sekitar Watudodol.

Rest area tersebut didesain sesuai dengan budaya Banyuwangi. Posisinya yang menghadap langsung Selat Bali bakal menjadi daya tarik tersendiri untuk para pengguna tol yang mengakhiri perjalanannya di Banyuwangi.

Tak hanya itu, pengelola tol juga menjajaki pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi dengan pelabuhan. ”Kami sedang menjajaki dengan ASDP. Jadi, nanti ticketing tol bisa sekaligus, terutama yang mau ke Bali,” ungkap Direktur Utama PT Jasa Marga Probolinggo–Banyuwangi Dominicus Hari Pratama.

Tol Probowangi memiliki panjang 172 kilometer yang terbagi di tiga kabupaten. Yakni, Probolinggo (30 kilometer), Situbondo (110 km), dan terakhir Banyuwangi (30 km). Untuk Probolinggo, saat ini sudah masuk ke fase pembebasan lahan. Bulan depan ditargetkan pembayaran mulai bisa dilakukan. Bahkan, tahun ini jika tidak ada kendala, konstruksi juga mulai bisa dilakukan.

Sementara itu, untuk Situbondo, butuh waktu lebih lama. Karena jalurnya paling panjang, prosesnya pun bertahap. ”Untuk Banyuwangi, kami harap Maret bisa mulai pembebasan. Jika mengikuti waktu normal, tol selesai pada 2025. Tapi, jika ada percepatan, kami bisa lebih cepat, bergantung pembebasan lahan dan perkembangan daerah,” tuturnya.

Hari menambahkan, untuk tol ke Banyuwangi, diprediksi jumlah kendaraan yang melewati kurang lebih 4.000 unit per hari.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : fre/aif/c1/c12/ris


Close Ads