alexametrics

Secara Ilmiah, Ada Potensi Tsunami di Selatan Pulau Jawa

13 Februari 2019, 20:05:19 WIB

JawaPos.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkap adanya potensi tsunami yang bisa saja terjadi di wilayah selatan Pulau Jawa. Ini didapati berdasar pemetaan megathrust atau gerak sesar naik yang besar pada sejumlah titik.

Perekayasa BPPT Widjo Kongko mengatakan, pemetaan megathrust dimulai dari barat Sumatra. Lanjut ke selatan Jawa, terutama megathrust selat Sunda, Jawa bagian barat tengah, Jawa Timur dan megathrust Sumba.

“Itu potensinya masing-masing magnitude-nya sekitar 8,7, kajian terakhir mungkin bisa sampai 9 dan seterusnya,” kata Widjo usai menghadiri Rakor Penanggulangan Bencana se-Jateng di ruang rapat Setda Jateng, Kompleks Gubernuran, Rabu (13/2).

Jika itu terjadi, maka secara ilmiah bisa dipastikan akan menimbulkan tsunami. “Ada potensi tsunami di selatan Jawa yang mengancam. Kita harus memahami itu memang ada,” sambungnya.

Menggunakan penghitungan ini, maka diperoleh ketinggian air tsunami mencapai 10-15 meter. Daya jangkaunya, dalam hal ini musti dilihat sejumlah faktor lainnya. Macam kemiringan pantai atau keberadaan bukit dan semacamnya.

“Tapi bisa sejauh empat kilometer lebih, kita belajar di Aceh. Yang 2006 saja, di Pangandaran, 7,8 magnitude bisa sampai 800 meter. Yang rentan itu yang pantainya landai, sepanjang pantai kena semua,” terang Widjo merinci.

Lain halnya dengan kondisi dataran di wilayah Gunung Kidul, Wonosari, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Di sana banyak perbukitan, sehingga memungkinkan air tidak sampai jauh merambah ke daratan.

“Tapi kalau di Parangtritis, Kulon Progo, sampai ke selatan sampai Cilacap ke Kebumen itu kena semua. Cuma di sana seperti di pantai selatan DIJ itu ada bukit pasir, tingginya 6-10 meter, kemudian di Cilacap itu ada Gunung Srandil, tapi lainnya landai jadi masih rentan,” katanya panjang.

Perlu diperhatikan lagi manakala suatu daerah memiliki sungai atau bengawan yang cukup besar. Kondisi ini memicu lebih jauhnya daya jangkau tsunami. Bisa dua sampai empat kali dari kawasan tanpa sungai. 

Disinggung mengenai siklus, Widjo mengatakan ini sifatnya masih spekulatif plus problematik. Belum diketahui secara pasti umur atau rentan waktunya.

Semisal, di Sumatra, suatu kajian menyebut siklusnya seribu tahunan. Namun, menurut penelitian pihaknya yang sudah pernah diterbitkan, siklusnya 600 tahunan. “Itu yang skalanya 9. Tapi kalau yang skalanya mungkin 7 sampai 8, bisa lebih cepat. Nah yang di selatan juga demikian, yang skalanya besar mungkin bisa 500-600 tahunan,” imbuhnya.

“Saya tidak akan mengatakan angka, tapi itu siklus. Siklus besarnya ada. Dan bukti-buktinya ada,” tandasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Secara Ilmiah, Ada Potensi Tsunami di Selatan Pulau Jawa