alexametrics

Pemkot Malang Selidiki Kasus TKI 12 Tahun Tak Digaji

13 Februari 2019, 16:01:40 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang turut menyelidiki kasus yang menimpa Diah Anggraeni. Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu mendapat perlakuan tak manusiawi saat bekerja di Amman, Jordania. Diah tidak digaji selama 12 tahun.

Penyelidikan akan dimulai dengan menelusuri Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan Diah Anggraeni. “Sampai hari ini belum tahu (PJTKI mana),” ujar Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat berkunjung ke kediaman Diah, Jalan R E Martadinata, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (13/2).

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Malang akan mencari tahu semaksimal mungkin PJTKI yang memberangkatkan Diah pada 2006 silam. Pemkot Malang juga akan melihat pokok permasalahan kasus yang menimpa Diah.

“Kami lihat dulu persoalannya. PJTKI itu memberangkatkan tenaga kerja biasanya sistem kontrak. Nah, kami tidak tahu apakah perpanjangan kontrak akan terus dilakukan secara tertib atau ada persoalan lain, kami belum tahu. Kami pelajari dulu,” paparnya.

Saat ini, Diah sudah berada di KBRI di Jordania. Ibu satu anak tersebut akan dipulangka ke Indonesia. “Sudah ada upaya untuk memberikan hak gajinya dari warga yang mempekerjakan di Jordania. Serta ada upaya untuk kembali pulang ke tanah air,” ucap Sofyan.

Seperti diberitakan, TKW asal Kota Malang Dia Anggraeni mendapatkan perlakuan tak manusiawi saat bekerja di Amman, Jordania. Selama 12 tahun, dia tidak mendapatkan gaji. Bahkan, dia dilarang mandi.

Setelah diselidiki, perempuan tersebut berangkat sebagai TKW nonprosedural alias ilegal. Saat ini, Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Regional Malang tengah mengupayakan kepulangan Diah.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung

Pemkot Malang Selidiki Kasus TKI 12 Tahun Tak Digaji