alexametrics

Anies Dapat Hibah Rp 9 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase II

13 Februari 2019, 18:19:18 WIB

JawaPos.com – Dalam melanjutkan mega proyek kereta cepat Moda Raya Terpadu (MRT) fase II, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan memberikan hibah kembali kepada Pemprov DKI Jakarta. Kali ini hibah yang diterima yakni sebesar 70,02 miliar Yen atau Rp 9 triliun.

Hibah ini diketahui untuk pembiayaan proyek MRT fase II yakni Bundaran HI-Kota. Dengan rincian, 59,1 miliar Yen untuk pekerjaan sipil, 6,31 miliar Yen untuk jasa konsultasi, serta 4,6 miliar Yen untuk dana tak terduga.

Berdasarkan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD), Pemprov DKI Jakarta diwajibkan untuk menyediakan fasilitas penunjang untuk kelancaran proyek MRT fase II sesuai dengan rencana penggunaan hibah dan rencana tahunan hibah.

Proyek MRT ini membuat pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta bersama-sama menanggung beban pinjaman. Dengan proporsi 51 persen ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta sedangkan pemerintah pusat menanggung 49 persen yang dihibahkan kepada Pemprov DKI Jakarta.

Hal itu juga berlaku atas pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk pembangunan MRT fase I. 

“Kami di pemerintah pusat mendukung secara menyeluruh, karena ini proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak bukan hanya warga Jakarta melainkan juga seluruh rakyat Indonesia,” tutur Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Walaupun dana hibah sudah diberikan, sayangnya letak dari depo MRT fase II masih belum ditentukan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menegaskan bahwa Kampung Bandan tidak akan menjadi perhitungan.

“Fase II ini sampai Kota, kemudian nanti dari Kota akan ke arah Timur ke kawasan BMW dan Ancol. Jadi Kampung Bandan tidak lagi menjadi bagian dari proses ini,” kata Anies.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria



Close Ads
Anies Dapat Hibah Rp 9 Triliun untuk Pembangunan MRT Fase II