JawaPos Radar

Diduga Alami Depresi Berat, Ayah Alum Coba Bunuh Diri

13/02/2018, 21:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jorge Langone
Ayah kandung Alum, Jorge Langone saat dirawat di rumah sakit umum daerah di Makassar karena percobaan bunuh diri. (Syahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Kabar mengejutkan datang dari Makassar. Masih ingat dengan kasus penculikan seorang bocah Argentina, Alum Langone?

Ayah kandung Alum, Jorge Langone diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadi di pergelangan tangan kirinya.

Hal tersebut dilakukannya diduga lantaran menolak apabila harus dipulangkan kembali ke negara asalnya Argentina. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Noer Putra Bahagia, Selasa (13/2). Putra mengungkapkan, percobaan bunuh diri itu dilakukan Jorge sekitar pukul 05.00 WITA. 

"Jadi tangannya itu diiris pakai pecahan. Tadi tahunya waktu Candella, temannya berteriak-teriak minta tolong ke petugas yang saat itu jaga," ungkap Putra di Makassar. 

Mendengar teriakan dari Candella kata Putra, dua orang petugas piket saat itu langsung bergerak cepat menuju ruangan tempat keduanya didetensikan.  

"Petugas ini pikirnya cek cok mereka berdua, ternyata setelah beberapa kali minta tolong berteriak, makanya petugas piket langsung cepat ke ruangan mereka. Setelah tiba ternyata darah dari tangannya sudah banyak di lantai ruangan," tuturnya. 

Beberapa menit berselang, setelah mencoba memberikan pertolongan untuk mengobati sementara luka irisan dari tangan Jorge, petugas kemudian bergegas untuk langsung membawanya ke rumah sakit umum daerah yang tak begitu jauh dari kantor Imigrasi Kelas I Makassar. 

Putra mengatakan, beberapa hari sebelumnya Jorge memang sering mempertanyakan terkait proses kelanjutan hukumnya. Jorge kata Putra mengaku jika tidak ingin dideportasi ke negara asalnya untuk menjalani proses hukum. 

"Dia depresi karena dia tidak mau dideportasi. Dia tidak mau pulang ke negaranya. Dia lebih pilih dan bersedia dihukum di Indonesia karena pelanggaran keimgrasiannya dari pada dia harus pulang ke negaranya kemudian dihukum di sana," jelas Putra. 

Jorge kata Putra lagi, memilih untuk menjalani hukuman di Indonesia. Penolakan keras itu kata Putra, dilakukan Jorge karena merasa dirinya tak bersalah dengan membawa Alum. 

"Jadi menjelang proses deportasinya, dia merasa kalau dia ini tidak diperjuangkan untuk jalani proses hukum di Indonesia. Dia berkali-kali minta tolong ke kita supaya kita pertahankan. Tapi kita menghormati apa yang sudah dijalankan oleh Interpol makanya kita harus patuh soal aturan itu," terang Putra. 

Saat ini ditambahkan Putra, Jorge masih menjalani perawatan medis oleh tim dokter rumah sakit dan tim Imigrasi yang bertanggungjawab untuk mendampingi. Sementara Candella tetap berada di ruang detensi kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar. 

(rul/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up