alexametrics

Pulihkan Ekonomi Korban Terdampak Gempa Lombok Dengan Program Wakaf

12 Desember 2018, 01:20:37 WIB

JawaPos.com – Upaya pemulihan untuk warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pascagempa terus berlanjut. Program-program pembangkitan tidak hanya ditumpukan kepada pemerintah daerah setempat. Pihak masyarakat dan relawan tidak sedikit yang ambil andil.

Di antaranya Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bersama Global Wakaf, lembaga kemanusiaan itu berupaya memulihkan perekonomian masyarakat setempat dengan mengedepankan program-program wakaf.

Adapun program wakaf tersebut yakninya Sumur Pertanian Wakaf, Lumbung Pangan Wakaf (LPW), dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW). Tidak hanya di sektor pangan, sektor bisnis ritel pun dibangun di wilayah Lombok. Yakninya menghadirkan Warung Wakaf dan Ritel Wakaf.

Pulihkan Ekonomi Korban Terdampak Gempa Lombok Dengan Program Wakaf
Presiden ACT Ahyudin (dua dari kiri) saat peluncuran program wakaf untuk warga Lombok untuk membangkitkan perekonomian pascagempa lalu. (ACT for JawaPos.com)

Presiden Global Wakaf Foundation (GWF) N. Imam Akbari menuturkan, seluruh program itu membentuk rantai pangan dari hulu ke hilir. Rantai pangan ini bagian dari solusi total atas problematika umat di sektor pangan, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga konsumsi.

“Kehadiran seluruh program Global Wakaf membantu masyarakat Indonesia dengan basis unit wilayah terkecil selevel desa, baik di lokasi bencana alam maupun bencana kemanusiaan alias kemiskinan,” ujar N. Imam Akbari di sela-sela peluncuran program wakaf di Islamic Center Kota Mataram, NTB, Selasa (11/12).

Dikatakan Imam Akbari, Global Wakaf sengaja mengambil peran di sektor pangan karena secara strategis menyangkut hajat hidup dasar masyarakat. Apalagi Indonesia merupakan negeri agraris. Kesuburan tanahnya amat bagus, bak tanah surga. “Oleh karena itu kami yakin mampu membangun kualitas hidup masyarakat Indonesia, dimulai dari sektor pangan ini,” imbuh Imam.

“Global Wakaf Foundation beritikad menjamaahkan kemandirian ekonomi umat di sektor pangan dalam rangkaian siklus yang tak terputus,” sambungnya.

Peluncuran program wakaf itu dihadiri juga oleh oleh Presiden ACT Ahyudin, Presiden Global Wakaf Corporation (GWC) Insan Nurrochman, dan Komisaris Utama PT Trihamas Syariah Hendry Soedijarto, Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Raharjo, dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah.

Diketahui, Trihamas Syariah sebagian sahamnya diwakafkan dan dikelola oleh Global Wakaf Foundation melalui Global Wakaf Corporation.

Sementara itu Presiden GWC Insan Nurrochman menambahkan, rantai pangan dari hulu ke hilir ini layaknya sebuah ekosistem yang menggerakkan produktivitas umat dengan pendekatan inovasi dan teknologi. Hal ini selaras dengan wakaf sebagai amanah Rabbaniyah di puncak piramida ekonomi Islam.

Dalam implementasinya, GWF menginisiasi Global Wakaf Corporation (GWC) yang mengelola aset wakaf berupa korporasi bisnis dan sosial dengan spirit Bring Your Asset to Jannah.

“Amanah wakaf sebagai kunci kejayaan umat menuntut standar akuntabilitas yang berlipat dan kinerja kreativitas program berkualitas tinggi dibandingkan filantropi Islam lainnya. Inilah yang mendorong GWF menginisiasi GWC bisnis dikelolas secara profesional dengan prinsip itqonul amal. Dengan demikian, akselerasi ekosistem wakaf bisa segera terbangun agar berjuta kebaikan bisa segera dirasakan seluas-luasnya,” terang Insan Nurrochman selaku Presiden Direktur Global Wakaf Corporation.

Untuk diketahui, saat ini terdapat sekitar 201 Sumur Wakaf atau Sumur Pertanian Wakaf. Semua itu tersebar di 79 kabupaten/kota di Indonesia. Di Blora, Sumur Wakaf dimanfaatkan warga untuk konsumsi harian dan mengairi lahan pertanian mereka.

Petani yang menggarap lahan pertanian tersebut turut dibina dan diberdayakan melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW). Tidak hanya itu, rantai wakaf juga mengangkat kesejahteraan peternak lokal melalui Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

Blora menjadi salah satu contoh sukses dari praktik wakaf produktif yang terintegrasi, mulai dari Sumur Pertanian Wakaf, LPW, dan LTW.

LPW dan LTW setidaknya sudah menjangkau 44 desa di 8 kabupaten/kota di Indonesia, memproduktifkan 3.600 Ha lahan sawah dengan melibatkan lebih dari 12.000 petani/peternak.

Sementara itu, penguatan sektor pangan ini diperluas dengan kehadiran 29 Warung Wakaf dan Ritel Wakaf di Lombok dan Jabodetabek. GWF menargetkan pendirian masing-masing 100 Warung Wakaf di Lombok, Palu, dan Jabodetabek, hingga Februari 2019 mendatang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (iil/JPC)

Pulihkan Ekonomi Korban Terdampak Gempa Lombok Dengan Program Wakaf