JawaPos Radar | Iklan Jitu

PSI Setuju Isu Pelanggaran HAM Jadi Materi Debat Pilpres 2019

12 Desember 2018, 00:19:59 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie
ORASI POLITIK: Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sewaktu menyampaikan pidato politiknya di Surabaya, Selasa (11/12). (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Untuk Orang Hilang (KontraS) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) memasukkan isu pelanggaran HAM pada debat Pilpres 2019. Menanggapi hal itu, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie pun menyatakan kesetujuannya.

Menurutnya, isu HAM merupakan bentuk komitmen para calon presiden dan wakilnya terhadap beberapa isu dan kasus yang belum terkuak. Selain itu, isu HAM sedang menjadi tren bahan debat pada pemilu di beberapa negara lain.

"Kita juga memperingati hari HAM tiap tahun. Jadi, bagaimana komitmen para capres dan cawapres terhadap penegakkan dan pengentasan kasus-kasus pelanggaran HAM," kata Grace kepada JawaPos.com, di Jatim Expo, Selasa (11/12). 

Sementara itu, Ketua DPW PSI Jawa Timur Sobikhin Amin mengatakan, telah mengagendakan beberapa hal perjuangan tentang HAM. Yakni, mengkritisi dan merevisi Undang-undang dari parlemen di tingkat pusat maupun daerah. 

Misalnya, regulasi yang sekiranya mengandung unsur diskriminasi. Termasuk merevisi beberapa peraturan daerah yang memuat unsur agama tanpa substansi atau mengaplikasikan hal-hal yang tidak universal. 

"Contohnya, yang terkait bagaimana aparatur negara tidak melakukan poligami. Lalu, perda yang berbasis Injil maupun Syariah. Bagaimana dengan masyarakat dengan agama tertentu, harus banyak melakukan penyesuaian," kata Sobikhin. 

Untuk itu, dia juga berharap, siapapun yang terpilih menjadi Presiden nanti harus bebas dari isu pelanggaran HAM. Supaya, ketika memerintah, pemimpin negara tidak terbeban dengan keterlibatan atas dugaan pelanggaran HAM pada masa lalu. 

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini